Abaikan Prosedur Dengan Kekerasan Berujung Pemerasan, Oknum Polisi Tertangkap Tangan

Anggota Propam Polrestabes Surabaya saat menggeledah oknum polisi ©2018 www.bmnnews.com

Basis Media Nasional (BMNNews) – Surabaya. Jalan Kusuma Bangsa digemparkan adanya peristiwa tertangkap tangan terhadap empat oknum dari tujuh oknum petugas Kepolisian. 


Peristiwa tersebut terjadi saat para oknum tersebut tengah menerima uang hasil tindakan kekerasan yang berujung pemerasan terhadap T (24) dan K (18), keduanya adalah pria warga Bolodewo, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, pada Sabtu (7/4).


Keempat oknum Polisi yang tertangkap tangan petugas Propam Polrestabes Surabaya tersebut ialah Aipda M anggota Polsek Rungkut beserta tiga anggota Polsek Pakal yaitu Bripka S, Brigadir T, dan Aiptu A.


Peristiwa yang terjadi di tengah malam tersebut berawal pada sore harinya ketika T bersama temannya, K, sedang berada di bengkel sepeda motor di daerah Jalan Kalianyar. Saat berada di bengkel itu T mendapat telepon dari teman lainnya dan mengajak T ke rumah si penelpon itu.


Ajakan itu disanggupi T. Tak selang berapa lama, T berangkat ke rumah si penelepon itu yang berada di Jalan Gembong dengan mengendarai sepeda motor berboncengan dengan K. Namun pada saat memasuki Jalan Gembong, T dan K ditangkap tujuh oknum Polisi.
  

“Saat saya ada di bengkel, saya ditelpon teman dan disuruh ke rumahnya. Tapi, sebelum saya tiba di rumah teman saya itu tiba-tiba saya disergap oleh tujuh orang yang mengaku Polisi”, tutur T kepada BMNNews.


Setelah dilakukan penangkapan dan penggeledahan oleh tujuh oknum Polisi tersebut, tidak satupun barang bukti yang ditemukan. Jengkel karena tidak menemukan barang bukti akhirnya T dibawa pergi oleh dua oknum dari tujuh oknum Polisi tersebut ke daerah Jalan Kapasan untuk selanjutnya dilakukan penggeledahan lagi terhadap diri T bahkan T sampai dipukul.


Berbeda halnya dengan K yang berusaha melarikan diri namun berhasil ditangkap oleh lima oknum Polisi tidak jauh dari lokasi penangkapan. 


“Saya dibawa keliling oleh dua oknum Polisi dan berhenti di Jalan Kapasan,  sedangkan teman saya dibawa kelima Polisi lainnya, saya digeledah lagi, dan dipaksa untuk mengetahui dimana saya menyembunyikan narkoba, hingga saya dipukul oleh dua oknum Polisi di bagian muka hingga memar”, ujar T.


T tetap tidak mengakuinya sebab dia merasa tidak membawa dan menyimpan narkoba. Bergemingnya T menyebabkan para oknum Polisi tersebut membawa T ke area ruko yang terletak di daerah Jalan Kusuma Bangsa yang ternyata disana sudah menunggu K bersama lima oknum Polisi.


“Setelah dari Jalan Kapasan, saya dibawa ke ruko-ruko yang sepi di daerah Jalan Kusuma Bangsa, dan dipaksa untuk mengakui lagi dan dipukul secara bergantian oleh tujuh oknum itu”, terangnya dengan tatapan mata menerawang jauh mengingat peristiwa naas yang dialaminya itu.


“Setelah saya dipukul saya disuruh menelpon orangtua saya. Setelah orangtua saya datang Polisi itu meminta tebusan sebesar dua puluh lima juta rupiah, dan orangtua saya meminta keringanan sehingga disepakati dua puluh juta”, lanjutnya.

Oknum Polisi saat di masukkan kedalam mobil patroli Propam ©2018 www.bmnnews.com

Merasa anaknya tidak bersalah, S selaku ayah T meminta bantuan H.Sulaiman yang dikenal sebagai tokoh masyarakat yang banyak membantu masyarakat di bidang hukum.


Usai menerima penjelasan S, H.Sulaiman mendatangi Propam Polrestabes Surabaya melaporkan oknum Polisi yang melakukan pemerasan terhadap S melalui putranya, T.


Setelah S menyerahkan uang kepada H.Sulaiman kemudian H.Sulaiman menyerahkan uang tersebut kepada para oknum Polisi tersebut, petugas Propam Polrestabes Surabaya melakukan penyergapan. Dalam penyergapan itu empat oknum Polisi tertangkap tangan sedangkan tiga lainnya berhasil melarikan dairi dari sergapan Propam Polrestabes Surabaya.


Awalnya para oknum Polisi tersebut mengelak tidak menerima uang, tapi H.Sulaiman berhasil menemukan barang bukti berupa uang yang diselipkan dibawah roda sepeda motor oknum tersebut.


“Benar, saya membantu anak itu melalui ayahnya yang coba diperas oleh oknum Polisi tersebut”, ujar Leman sapaan akrab H.Sulaiman saat dikonfirmasi BMNNews.


Leman menambahkan, bahwa dirinya mengetahui seluruh kronologi tertangkap-tangannya empat oknum Polisi dan dikuatkan dengan gambar video yang dia rekam melalui video tersembunyi.


“Iya saya mengetahui semua kronologinya bahkan saya sendiri yang menyerahkan uangnya sebelum terjaring OTT oleh Propam Polrestabes Surabaya”, imbuhnya.


Leman mewanti-wanti kepada anggota Propam untuk segera menuntaskan kasus tertangkap tangan tersebut sesuai Undang-Undang yang berlaku.


“Saya berharap anggota Propam segera menuntaskan kasus yang mencoreng marwah instansi Polri tersebut sampai tuntas, kalau ada permainan maka akan saya laporkan ke pihak yang lebih tinggi yakni Propam Polda Jawa Timur”,tutupnya. (man/red)
Abaikan Prosedur Dengan Kekerasan Berujung Pemerasan, Oknum Polisi Tertangkap Tangan Abaikan Prosedur Dengan Kekerasan Berujung Pemerasan, Oknum Polisi Tertangkap Tangan Reviewed by Editor Basis Media Nasional on September 19, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.