Definition List

Seo Services

Featured Posts

Pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi di BNN

November 18, 2018

Jakarta,(BMNNews.com) –  Sejumlah pejabat pimpinan tinggi di lingkungan BNN hari ini dilantik secara langsung oleh Kepala BNN, di ruang rapat lantai 7, Jumat (16/11).

Adapun para pejabat baru yang dilantik antara lain : Sekretaris Utama, Deputi Rehabilitasi, Kepala BNNP NTB, Kepala BNNP Banten dan Kepala Biro Umum Settama BNN.

Di hadapan para pejabat yang baru, Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H. menitipkan sejumlah pesan penting untuk dipedomani.

Kepada Drs. Adhi Prawoto,S.H. selaku Sestama yang baru, Kepala BNN mengulas secara ringkas tentang pentingnya membangun kultur bekerja di lingkungan BNN.

Selain itu, kepada Deputi Rehabilitasi yang baru, yaitu Dra. Yunis Farida Oktoris, M.Si, Kepala BNN menekankan, bahwa ke depannya deputi rehabilitasi tidak hanya berfokus pada balai rehab yang ada di BNN saja, akan tetapi membangun jejaring yang lebih luas lagi dengan instansi lain agar nantinya bisa melakukan supervisi ke semua tempat rehabilitasi yang ada di Indonesia.

“Hal ini bukan berarti kita mengendalikan, tapi kita lakukan konsolidasi,” imbuh Jenderal Bintang Tiga tersebut.

Dalam pelayanan rehabilitasinya, Kepala BNN menginginkan ke depan agar penanganan pecandu itu harus spesifik. Artinya, pecandu narkotika jenis ekstasi, shabu, atau yang lainnya ditangani sesuai dengan jenisnya secara khusus.

Persoalan data pecandu juga menjadi salah satu sorotan Heru Winarko. Menurutnya, deputi rehabilitasi akan lebih berperan banyak dalam mengumpulkan data pecandu secara riil hingga ke desa-desa.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H. juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada pejabat yang telah memasuki masa purna atas prestasi kinerja yang telah ditorehkan saat menjabat.

Mengakhiri sambutannya, Kepala BNN mengingatkan bahwa segala daya dan upaya yang dilakukan dalam penanggulangan masalah narkoba merupakan ibadah.


Adapun para pejabat yang dilantik hari ini antara lain,
• Drs. Adhi Prawoto S.H. sebagai Sekretaris Utama BNN
• Dra. Yunis Farida Oktoris, M.Si sebagai Deputi Rehabilitasi BNN
• Tantan Sulistyana, S.H., S.I.K sebagai Kepala BNNP Banten
• Muhamad Nurochman, S.I.K sebagai Kepala BNNP Nusa Tenggara Barat
• Drs. Edy Supradi, S.H., M.H. sebagai Kepala Biro Umum Settama BNN
Pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi di BNN Pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi di BNN Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 18, 2018 Rating: 5

Bali Berlakukan Sanksi Adat Bagi Penyalahguna Narkoba

November 18, 2018

Bali,(BMNNews.com) – Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk menjadikan permasalahan Narkoba sebagai salah satu action plan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) diwilayahnya.

Hal ini diwujudkan dengan dilakukannya penandatanganan Pararem Anti Narkoba dan pelantikan relawan P4GN di Balai Budaya Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (15/11). 

Didampingi oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra, dan Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa, Kepala BNN, Komjenpol Heru Winarko, melantik 115 orang komponen masyarakat sebagai relawan anti narkoba. Komjen Heru sekaligus meresmikan 7 Desa Dinas dan 16 Desa Adat sebagai Desa Bersih Narkoba di Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra, menyampaikan apresiasinya terhadap pelantikan relawan dan penandatanganan pararem untuk desa bersih narkoba di Provinsi Bali.

"Sebagai Bupati hal ini sangat membanggakan, Kabupaten Gianyar melahirkan banyak seniman besar untuk itu mudah mudahan dengan dipilihnya Gianyar untuk pelantikan ini, manfaat yang diharapkan bapak kepala BNN dapat sampai ke masyarakat" ujar Bupati Gianyar.

Kedepannya aturan tentang narkotika juga akan dimasukkan ke dalam Awig Awig (Peraturan Adat) 273 Desa Pakraman yang ada di kabupaten Gianyar dan dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar.

Pembinaan akan dilakukan langsung ke desa Pakraman, mengingat angka penyalahgunaan narkotika di Gianyar menyasar pada generasi muda.

Wakil Gubernur Bali, yang akrab disebut Cok Ace, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peredaran gelap narkoba di tanah air sangat memprihatikan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya kasus narkoba yang melibatkan hampir seluruh komponen masyarakat.

"Saya berikan Apresiasi kepada BNN provinsi Bali yang selama ini selalu giat menggandeng Desa Adat dan Dinas dalam bentuk Pengukuhan Relawan dan Pararem anti narkoba" ungkap Cok Ace.

Keberadaan Pararem dalam upaya P4GN di Bali, sangat strategis. Jika ada masyarakat yang terlibat narkoba ,maka akan terkena hukum negara dan sanksi adat yang mengikat.

"Kepada para relawan agar dapat melaksanakan Swadharma dengan sungguh sungguh dan dengan kerja keras dapat menyelamatkan bangsa ini khususnya kabupaten Gianyar dari kehancuran." ujar Cok Ace diakhir sambutannya.

Sementara itu, Kepala BNN, Komjenpol Heru Winarko, menilai apa yang telah diakukan BNN dan Bali merupakan salah satu dari implementasi Instruksi Presiden No 6 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.

"Saya telah keliling Indonesia bahkan keluar negeri, karena 80 persen lebih narkotika dari luar, kita datangi perbatasan untuk melakukan pengawasan terhadap prekursor. Apabila tidak ada pengawasan ketat maka akan dijadikan narkotika baru" ujarnya.

Komjen Heru menyampaikan saat ini BNN telah mengidentifikasi 73 narkotika jenis baru yang beredar di Indonesia. Semua itu tak hanya di temukan di perkotaan, tapi juga menyusup ke desa desa.

Komjen Heru pun menyampaikan bahwa Bali masuk ke dalam 5 besar kota dengan jumlah penyalahguna narkoba tertinggi di Indonesia. Beberapa narkotika jenis baru pun banyak ditemukan di Bali dan kebanyakan masuk melalui pariwisata.

Hal tersebut semakin mendorong BNN untuk meninjau lebih lanjut rencana pembangunan balai Rehabilitasi di Kabupaten Bangli dan meminta Pemprov Bali untuk mendorong terealisasinya program tersebut.

"Mudah mudahan seluruh desa kedepannya dapat melaksanakan bahkan saya harapkan seluruh desa serta Bali dapat terlibat dalam giat Kabupaten Gianyar ini. Peran desa bukan hanya mengeluarkan sistem namun juga menjadi problem solving khususnya masalah narkoba. Dari desa kita garap bersama sama" tutup Komjen Heru.



Humas BNN
Bali Berlakukan Sanksi Adat Bagi Penyalahguna Narkoba Bali Berlakukan Sanksi Adat Bagi Penyalahguna Narkoba Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 18, 2018 Rating: 5

Halaqah Ke-2 Dzurriyah Pendiri NU, Sepakat Membentuk Komite Khitthah

November 15, 2018


Jombang,(BMNNews.com) -  Halaqah ke-2 dzurriyah muassis (anak cucu pendiri) Nahdlatul Ulama (NU) bersama para kiai, Rabu (14/11) kemarin di kediaman KH Hasib Wahab Chasbullah (Gus Hasib), Tambak Beras, Jombang, dihadiri ratusan kiai dari Jawa, Madura dan Sumatera.

Hasilnya, para kiai sepakat membentuk Komite Khitthah (KK) untuk mengingatkan PBNU agar tetap berada di jalur khittah sesuai dengan keputusan Muktamar NU ke 27 di Situbondo.

“Para kiai sedih, menangis menyaksikan NU yang terlalu jauh diseret ke politik praktis. Melalui Komite Khitthah kita ingatkan agar kembali ke jalan yang benar,” tegas Drs H Choirul Anam (Cak Anam) sebagai juru bicara Komite Khitthah kepada wartawan usai pertemuan.

Tetapi, tegas Cak Anam, sebelum melangkah lebih jauh, tim kecil dari Komite Khitthah ini akan sowan kepada para kiai sepuh, mohon doa restunya agar perjuangan ini berhasil dan bisa tetap istiqomah, penuh keikhlasan demi jamiyah NU.

“Sudah dibagi tugas tadi, siapa saja yang sowan ke kiai sepuh, di antaranya sowan ke KH Maimun Zubair, KH Mustofa Bisri, dan KH Tolchah Hasan. Doa restu dan saran beliau ini sangat penting,” tambahnya.

Ketika ditanya wartawan apa saja ‘penyimpangan’ yang dilakukan PBNU? Cak Anam justru balik bertanya: Menurut Anda (wartawan) apa?

“Saya kira wartawan lebih paham. Dari Muktamar ke-33 NU di Jombang, cerita Pak Mahfud MD di ILC, sampai ‘pengambilan’ Rais Aam sebagai Cawapres, semua ini harus dikoreksi,” jelas mantan pengurus PWNU Jatim ini.

Sekedar contoh, tambahnya, adalah pimpinan tertinggi NU, yakni Rais Aam, tidak boleh dicalonkan atau mencalonkan jabatan politik apa pun. Itu termaktub dalam anggaran dasar.

“Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Kiai Ma’ruf Amin, termasuk naiknya Wakil Rais Aam menjadi Rais Aam,” katanya.

Dalam anggaran dasar, wakil Rais Aam bisa penjabat Rais Aam dengan catatan apabila Rais Aam berhalangan tetap.
Contoh, saat Almaghfurlah KH Sahaf Mahfudz berpulang ke rahmatullah. Karena berhalangan tetap, akhirnya digantikan KH Mustofa Bisri.

“Nah, saat ini, KH Miftakhul Akhyar menggantikan KH Ma’ruf Amin sebagai Rais Aam, sementara Kiai Ma’ruf tidak sedang berhalangan tetap, ini keliru. Celakanya lagi, Kiai Ma’ruf pindah tempat menjadi Mustasyar. Makanya ada usul kepada PBNU untuk mengundang ulama NU dan seluruh pengasuh pesantren se-Indonesia untuk membahas pengangkatan Rais Aam yang baru itu, Munas misalnya,” ujarnya.

Ketika didesak wartawan apakah lepasnya Kiai Ma’ruf dari Rais Aam menjadi Cawapres ini merupakan musibah? Cak Anam tidak menolak. Menurut Cak Anam, seluruh peserta halaqah sepakat, bahwa, ini musibah bagi NU.

“Maka, tahun ini (2018) yang dipahami segenap bangsa sebagai tahun politik, tahun dimulainya pesta demokrasi, disambut dengan sukacita, tetapi, tidak bagi NU, atau setidaknya bagi yang paham NU. Tahun 2018 ini justru merupakan aamul huzni, tahun kesedihan, tahun duka cita.”

“Mengapa? Sebab, sejak Agustus 2018 lalu, di saat rakyat sedang bergembira menyambut dimulainya pesta demokrasi, NU justru ditinggal pergi pemimpin tertingginya (Rais Aam) yang mestinya bertugas menjaga khitthah. Kami semua sedih,” tegasnya dengan nada lirih.

Masih menurut Cak Anam, mengapa NU harus teguh memegang khitthah?
“Karena antara NU dan politik praktis itu, beda paradigma. NU itu urusan benar dan salah, sementara politik praktis menang atau kalah. NU menggunakan dasar agama, politik praktis menghalalkan segala cara. Ini bertolak belakang,” tegasnya.

Tidak Boleh Ada Muatan Politik Praktis

Halaqah ke-2 ini merupakan kelanjutan dari halaqah sebelumnya yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang bulan kemarin.

Hadir dalam halaqah ini pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), Prof Aminuddin Kasdi, Prof Ahmad Zahro, KH Suyuti Toha dari Banyuwangi, Prof Nasihin Hasan dari Jakarta, KH Maimun dari Sumenep.

Tampak pula Gus Muzammil dari Yogyakarta, Tengku Bulkaini dari Aceh, KH Musthofa Abdullah dari Bogor, Gus Endang Muttaqin dari Tangerang, KH Zainal (Jawa Tengah).

“Komite Khittah ini kembali menggelar halaqah (ketiga) pada Rabu 5 Desember di Situbondo,” pungkas Cak Anam.

Ditanya soal masuknya kepentingan politik Pilpres, Cak Anam menolak tegas. “Tidak ada kepentingan politik Pilpres. Kalau ada peserta halaqah ingin membuat Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) mendukung Jokowi atau Barisan Kiai Santri Nahdliyin (BKSN) mendukung Prabowo, itu di luar Komite Khitthah. Silakan! Tapi di luar ini,” jelasnya. (Swa)
Halaqah Ke-2 Dzurriyah Pendiri NU, Sepakat Membentuk Komite Khitthah Halaqah Ke-2 Dzurriyah Pendiri NU, Sepakat Membentuk Komite Khitthah Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 15, 2018 Rating: 5

Relawan Prabowo-Sandiaga Akan Deklarasi Nasional di Istora Senayan

November 14, 2018


Jakarta,(BMNNews.com) - Para relawan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar konsolidasi menuju deklarasi nasional.

Deklarasi nasional relawan pasangan Prabowo-Sandiaga rencananya akan diselenggarakan di Istora Senayan pada Kamis (22/11/2018).

“Diharapkan deklarasi nasional yang akan dilakukan di Istora Senayan itu merupakan deklarasi terakhir setelah itu kita tinggal kerja,” ujar Ketua Panitia Deklarasi Nasional Relawan Nasional Didik Hariyanto di Gedung RJA Kompleks Perumahan Anggota DPR, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa(13/11/2018).

Didik menyebut,  acara deklarasi nasional relawan itu akan dihadiri oleh Prabowo dan Sandiaga.

“Insyaallah akan dihadiri bapak presiden kita bapak Prabowo Subianto dan bapak wakil presiden bapak Sandiaga Uno yang akan menyemangati teman-teman relawan karena battle ground-nya pemilu pilpres ini adanya di relawan,” tutur Didik.

Dalam acara deklarasi nasional relawan pasangan Prabowo-Sandiaga nantinya, kata Didik, disiapkan panggung-panggung di luar Istora untuk menyampaikan aspirasi para relawan pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Acara ini juga disiapkan booth-boothUMKM,” kata Didik.

Lebih lanjut, kata Didik, dalam acara deklarasi relawan pasangan Prabowo-Sandiaga akan dihadiri pula Ketua Badan Pemenangan Nasional Djoko Santoso, Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarno Putri, para pimpinan partai politik koalisi, serta para relawan dari dalam maupun dari luar negeri.

Secara terpisah, Direktur Direktorat Relawan Badan Pemenangan Nasional Ferry Mursyidan Balkan mengatakan, acara deklarasi relawan pasangan Prabowo-Sandiaga nantinya dapat menyinergikan semua relawan-relawan yang telah dibangun selama ini.

“Tanggal 22 (November) semacam pesan bahwa di sini kita dorong mereka (para relawan) saling bersinergi,” tutur Ferry.

“Misalnya dengan kapasitas Istora. Jadi kita tau kemampuan mereka menggerakkan anggota banyak, tapi kan kalau 100 orang nanti ada kelompok lain yang tidak ada wakilkan. Kita representasikan 10-20 orrang kelompok relawan,” sambung Ferry.


Penulis: Reza Jurnaliston

Editor: Sabrina Asril

Kompas.com


Relawan Prabowo-Sandiaga Akan Deklarasi Nasional di Istora Senayan Relawan Prabowo-Sandiaga Akan Deklarasi Nasional di Istora Senayan Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 14, 2018 Rating: 5

Din Syamsuddin: Umat Islam Sudah Kenyang Dituduh Anti Pancasila

November 14, 2018

Jakarta,(BMNNews.com) - Ustaz Abdul Somad menggelar pertemuang dengan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, di kediaman Din, Jalan Margasatwa Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu 3 November 2018 sore.

Dalam Pertemuan yang berlangsung lebih kurang satu jam ini, semula hanya silaturrahmi. Namun seusai pertemuan, keduanya melayani tanya jawab wartawan seputar kasus yang menimpa Ustaz Abdul Somad atau UAS.

Mengenai apa yang dialami Ustadz Abdul Somad yang mengalami penghadangan, persekusi, atau penghalangan dakwah, Din mengaku sangat prihatin.

Oleh karena itu, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini sangat ingin bertemu UAS. Karena sama-sama sibuk, akhirnya baru dia baru bisa bertemua UAS pada Sabtu malam.

"Dipertemukan oleh Allah SWT di sela-sela dakwah beliau. Saya sangat senang sekali, atas singgahnya beliau ke rumah ini," ujar Din mengomentari pertemuan dengan UAS, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.

Dia merasa prihatin atas apa yang dialami UAS. Dia pun berharap tidak ada persekusi dan penghadangan terhadap UAS.

"Ada satu fitnah yang sangat mudah sekali terjadi kepada seseorang. Misalnya soal tuduhan anti-Pancasila, maka umat Islam sudah kenyang. Pada satu atau dua dasawarsa Orde Baru, umat Islam pernah mendapatkan fitnah, seolah-olah umat Islam itu menentang Pancasila. Ini kan menyakitkan. Nah ini, terjadi lagi dalam bentuk lain. Dituduh anti-Pancasila karena mengembangkan khilafah dan lain sebagainya," tuturnya.

Din menegaskan khilafah ajaran Islam. Hal itu tidak bisa dinafikan. Itu ada pemahaman sendiri. Menurut dia, jangan lantas jika ada yang berbicara tentang khilafah, mengutip ayat Alquran tentang khilafah, lantas dituduh anti-Pancasila.

Hal itu dikatakan Din sebagai kekeliruan cara berpikir.Dia mengakui mengikuti ceramah yang disampaikan UAS, termasuk mengenai khilafah dari Alquran. UAS ahli hadis dan menjelaskannya dari pandangan Islam.

"Umat Islam perlu bersyukur, karena umat Islam dihadirkan setiap kurun waktu. Ada dai-dai. Satu orang, dua tiga orang, yang kemudian tampil sebagai pencerah pada masyarakat, dan itu saya kira sebagai misi keagamaan, dan itu penting bagi bangsa ini, yang sesuai dengan amanat UUD 1945, dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka, tolong jangan selalu dilihat secara politis," tutur Din.

Dia juga mengingatkan umat Islam untuk selalu waspada terhadap upaya yang ingin mengadu domba di antara umat. Bahkan, cara mengadu dombanya sangat halus hingga umat Islam tidak merasakan.

"Karena boleh jadi, dia masuk ke dalam diri kita, ke dalam kelompok-kelompok Islam, ke dalam ormas-ormas Islam, dan kemudian memprovokasi dari dalam secara halus," tutur mantan Utusan Khusus Presiden Bidang Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban ini.

Menurut dia, taktik seperti itu, sudah banyak dilakukan di tempat lain. Jika itu berhasil dan umat teradu domba, sesama umat Islam saling menolak, saling menjelekkan, saling menyalahkan, seolah paham keislamannya paling benar. "Nah ini awal adu domba," tandasnya.

Oleh karena itu, sambung dia, umat Islam, kelompok Islam, ormas Islam untuk berpegang teguh pada Islam, dan tidak perlu menyalahkan pemahaman orang lain.

Din juga menyarankan kepada ustadz Abdul Somad untuk tidak melakukan reaksi dan lebih baik diam atas persekusi yang dialaminya.

"Saya menyarankan tetap hati-hati karena dunia saat ini, berbuat benar pun bisa dikatakan salah. Apalagi kita bersikap salah. Perlu saya jelaskan persekusi itu adalah kewenangan polisi. Untuk urusan persekusi, kita serahkan saja kepada polisi dan pihak keamanan," tuturnya. (dam)
Din Syamsuddin: Umat Islam Sudah Kenyang Dituduh Anti Pancasila Din Syamsuddin: Umat Islam Sudah Kenyang Dituduh Anti Pancasila Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 14, 2018 Rating: 5

Ma'ruf Mengaku Awalnya Tidak Mau Jadi Cawapres, Netizen Teringat Dengan Pernyataan Mahfud MD

November 14, 2018

Surabaya,(BMNNews.com) – Cerita Ma'ruf Amin bahwa awalnya dia enggan untuk menerima pinangan sebagai calon wakil presiden mendampingi petahana Joko Widodo, mengingatkan publik dengan pernyataan Mahfud MD pertengahan Agustus 2018.

Kala itu, Mahfud membongkar ancaman bahwa NU tidak bertanggung jawab apabila bukan kader NU yang menjadi cawapres dari Jokowi. Ancaman itu kata Mahfud datang langsung dari Ma'ruf.

Kini, cerita Ma'ruf yang mengaku awalnya tidak mau jadi cawapres, viral di media sosial.

"Bukannya Pak Kiai pakai ngancam seperti yang dibilang Pak Mahfud? Susah juga pegang omongan Pak Kiai nih setelah ngoceh Esemka keluar Oktober yang nyatanya tidak ada," kata netizen Budhi Rachim.

"Lah yang dulu ngancem-ngancem orang NU mau tarik dukungan kalau cawapresnya bukan dari NU siapa??" kata @Harryrachmad.

"Kalau tidak mau padahal Bapak bisa serahkan ke Pak Mahfud MD, Bapak tetep bisa menjadi ketua MUI dan tidak akan capek banget Pak," timpal pemilik akun @justtuis.

Adapun pemilik akun @akbarenginer09 menyatakan, kewibawaan seseorang akan hilang seketika jika jabatan lebih dominan diprioritaskan.

"Ini yang penyakit namanya. Kalau tidak mau jangan diterima, Bro!" ujar Isa Kurniawan di akun @isakurniawan84.

Ma'ruf Amin mengatakan, awalnya dia enggan untuk menerima pinangan sebagai cawapres mendampingi Jokowi. Dia sudah nyaman menjabat sebagai Rais Aam PBNU dan Ketua MUI.
Tapi, Ma'ruf akhirnya berfikir ulang karena mendapat dukungan dan dorongan dari berbagai ulama.

"Akhirnya tapi didorong oleh banyak pihak, oleh banyak para ulama-ulama untuk tetap maju," kata dia di Jakarta, Selasa (13/11). [rus]
Ma'ruf Mengaku Awalnya Tidak Mau Jadi Cawapres, Netizen Teringat Dengan Pernyataan Mahfud MD Ma'ruf Mengaku Awalnya Tidak Mau Jadi Cawapres, Netizen Teringat Dengan Pernyataan Mahfud MD Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 14, 2018 Rating: 5

Geger Banser Latihan Intelijen Dasar, Kiai Rosyad: Ini Akibat Oknum Pengurus NU Jadi Alat Kekuasaan

November 14, 2018

Surabaya,(BMNNews.com) – KH Imron Rosyadi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mimbar Sambong, Jombang, Jawa Timur mengaku prihatin menyaksikan ulah oknum pengurus NU yang terus-terusan menyeret organisasi ke politik praktis.

“Begitu NU gagal menegakkan khitthah, maka, jamaah dibawah menjadi ‘kayu bakar’. Banser yang mestinya menjaga ulama, terkena imbasnya. Karena harus ikut-ikutan mengamankan politik kekuasaan. Menyaksikan video pendek ‘Banser Latihan Intelijen Dasar’ ini sungguh mengerikan,” tegas Kiai Rosyad panggilan akrabnya kepada duta.co, Senin (12/11/2018).

Banser, kata mantan pengurus GP Ansor Jatim ini, jalurnya kepada kiai, takdzimnya kepada ulama, bukan kepada Kapolri, apalagi sekedar untuk kepentingan Pilpres. Karena itu, Banser tidak perlu belajar intelijen dasar segala, biarlah itu menjadi tugas BIN (Badan Intelijen Negara).

“Tradisi Banser itu gemblengan, makan telur sama kulitnya di bawah bimbingan kiai. Banser jangan bergeser dari tradisi itu, jangan pula mengambil tugas negara,” tambah mantan Pengurus PWNU Jatim ini sambil menyarankan GP Ansor melakukan konsolidasi dan kembali ke jalur aslinya.

Akibat Jadi Alat Kekuasaan

Mengapa semua itu terjadi? “Ini semua akibat pengurus NU gagal mandiri, gagal menegakkan khittah, akhirnya NU terseret jauh ke politik praktis. Akibat lain, harus ikut mengamankan kepentingan politik seseorang atau kelompok atau penguasa. Ini berbahaya. Dan baru kali ini NU benar-benar babak belur,” tegasnya.

Sesepuh GP Ansor Jatim ini kemudian merinci perjalanan NU yang penuh dengan godaan politik. Disadari, karena umat NU begitu banyak, ini menggiurkan bagi politisi, khususnya yang sedang berkuasa. “Selama ini NU berhasil menjaga jarak dengan kekuasaan. Baru kali ini NU menjadi alat kekuasaan,” tegasnya serius.

Era Gus Dur misalnya, tambah Kiai Rosyad, NU berhasil melewati jebakan pemerintah. Meski dikuyo-kuyo tetapi NU tetap berdiri tegak, punya wibawa dan tidak dipermainan oleh elemen lain. Begitu juga ketika Rais Aam dijabat KH Ilyas Ruhiyat, Ali Yafie, KH Sahal Mahfudz, khitthah 1926 NU berdiri tegak.

“Kok Bisa? Karena NU tidak pernah minta-minta kepada pemerintah. Bantu silakan! Tidak, tidak apa-apa. Nah, pertahanan itu mulai goyah ketika muktamar 32 NU di Makassar. Di situ ada main duit-duitan. Untungnya kita punya Rais Aam yang kokoh (Kiai Sahal red.), sehingga khitthah NU tetap terjaga,” jelasnya.

Masih menurut Kiai Rosyad, pertahanan NU benar-benar jebol ketika muktamar 33 Jombang. Bukan saja uang yang mengalahkan, sampai preman pun mengacak-acak jalannya muktamar. “Anda bisa saksikan, tidak ada akhlak di Muktamar 33 Jombang. Kiai dibentak-bentak sama Banser. Dan saya yakin itu bukan Banser yang sesungguhnya, itu Banser jadi-jadian, preman yang disulap menjadi genderuwo,” urainya.

Karena itu, Kiai Rosyad mengaku tidak kaget, ketika Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin tiba-tiba lompat menjadi Cawapres, dengan enaknya meninggalkan, melepas baiat AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi). Seperti tidak ada beban.

“Karena AHWA-nya juga tidak representatif, tidak seperti AHWA di Muktamar Situbondo. Di Jombang semua distel untuk kepentingan politik. Inilah mengapa sekarang NU menjadi karut marut. Banser menjadi korban. Ironisnya, pengurus NU se-Indonesia tidak ada yang berani bicara,” tegasnya. (mky)



Duta.co
Geger Banser Latihan Intelijen Dasar, Kiai Rosyad: Ini Akibat Oknum Pengurus NU Jadi Alat Kekuasaan Geger Banser Latihan Intelijen Dasar, Kiai Rosyad: Ini Akibat Oknum Pengurus NU Jadi Alat Kekuasaan Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 14, 2018 Rating: 5

Takut Sama Istri, Pria Ini Bikin Kabar Hoax di Begal

November 12, 2018


Tuban,(BMNNews.com) - Petugas jajaran Polres Tuban mengungkap peristiwa seorang pria yang ditemukan tergeletak di pinggir jalan sepi kawasan Jambon, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban yang sempat membuat warga geger, Kamis (8/11/2018) malam.

Pria yang diketahui bernama Kasmonat (42), warga Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban itu ternyata bukan merupakan korban aksi begal. Namun, Kasmonat sengaja merekayasa dan membuat cerita bohong jika dikeroyok begal, lantaran takut sama istrinya.

Terungkapnya cerita bohong yang dilakukan oleh Kasmonat berawal dari kejanggalan apa yang dialami pelaku yang awalnya mengaku jika dikeroyok empat orang begal. Selanjutnya, polisi langsung melakukan pemeriksaan dan melakukan introgasi terhadap buruh kuli tersebut.

"Dari awal kami sudah mencium adanya kejanggalan dari cerita pelaku itu. Sehingga kita lakukan pendalaman dan hasil pemeriksaan medis pelaku juga tidak mengalami luka apapun," terang AKP Subagyo, Kapolsek Tuban Polres Tuban.

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh anggota Polsek Kota Tuban itu, akhirnya diketahui jika Kasmonat membuat cerita bohong jika ia telah dikeroyok begal di jalanan sepi tersebut.

Adapun untuk motif dari pelaku membuat cerita bohong itu, lantaran takut jika uangnya diminta oleh istrinya. "Motifnya dari pelaku itu karena takut sama istrinya kalau uangnya diminta," tambahnya.

Sementara itu, petugas telah berhasil menemukan uang pelaku yang dikatakan hilang dibegal. Yang mana uang pelaku disimpan di TKP ditemukan warga di pinggir jalan sepi.

"Uang pelaku masih di dalam dompet dan disimpan dengan ditutupi batu di sekitar TKP. Uangnya di dalam dompet ada dua juta rupiah masih utuh, dan yang satu juta rupiah habis dibuat bayar hutang pada temannya," paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasmonat (42) warga Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban ditemukan tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi tidak memakai baju dan mengaku telah dikeroyok begal.

Kasmonat yang ditemukan warga langsung di bawa ke rumah sakit dan warga lapor kepada pihak kepolisian.[mut/kun]




Beritajatim.com
Takut Sama Istri, Pria Ini Bikin Kabar Hoax di Begal Takut Sama Istri, Pria Ini Bikin Kabar Hoax di Begal Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 12, 2018 Rating: 5

21 Dalil Bolehnya Memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW

November 12, 2018


ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN TENTANG MAULID

Surabaya,(BMNNews.com) – Banyak dalil yang bisa kita jadikan sebagai dasar diperbolehkannya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW .

Pertama, peringatan Maulid Nabi SAW adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau. Bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu (Ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya. Sebagai tanda suka cita. Dan karena kegembiraannya, kelak di alam baqa’ siksa atas dirinya diringankan setiap hari Senin tiba.

Demikianlah rahmat Allah terhadap siapa pun yang bergembira atas kelahiran Nabi, termasuk juga terhadap orang kafir sekalipun. Maka jika kepada seorang yang kafir pun Allah merahmati, karena kegembiraannya atas kelahiran sang Nabi, bagaimanakah kiranya anugerah Allah bagi umatnya, yang iman selalu ada di hatinya?)

Kedua, beliau sendiri mengagungkan hari kelahirannya dan bersyukur kepada Allah pada hari itu atas nikmatNya yang terbesar kepadanya.

Ketiga, gembira dengan Rasulullah SAW adalah perintah AI-Quran. Allah SWT berfirman, “Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira’.” (QS Yunus: 58).

Jadi, Allah SWT menyuruh kita untuk bergembira dengan rahmat-Nya, sedangkan Nabi SAW merupakan rahmat yang terbesar, sebagaimana tersebut dalam Al-Quran, “Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya’: 107).

Keempat, Nabi SAW memperhatikan kaitan antara waktu dan kejadian-kejadian keagamaan yang besar yang telah lewat.

Apabila datang waktu ketika peristiwa itu terjadi, itu merupakan kesempatan untuk mengingatnya dan mengagungkan harinya.

Kelima, peringatan Maulid Nabi SAW mendorong orang untuk membaca shalawat, dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).

Apa saja yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu yang dituntut oleh syara’, berarti hal itu juga dituntut oleh syara’. Berapa banyak manfaat dan anugerah yang diperoleh dengan membacakan salam kepadanya.

Keenam, dalam peringatan Maulid disebut tentang kelahiran beliau, mukjizat-mukjizatnya, sirahnya, dan pengenalan tentang pribadi beliau.

Bukankah kita diperintahkan untuk mengenalnya serta dituntut untuk meneladaninya, mengikuti perbuatannya, dan mengimani mukjizatnya. Kitab-kitab Maulid menyampaikan semuanya dengan lengkap.

Ketujuh, peringatan Maulid merupakan ungkapan membalas jasa beliau dengan menunaikan sebagian kewajiban kita kepada beliau dengan menjelaskan sifat-sifatnya yang sempurna dan akhlaqnya yang utama.

Dulu, di masa Nabi, para penyair datang kepada beliau melantunkan qashidah-qashidah yang memujinya. Nabi ridha (senang) dengan apa yang mereka lakukan dan memberikan balasan kepada mereka dengan kebaikan-kebaikan.

Jika beliau ridha dengan orang yang memujinya, bagaimana beliau tidak ridha dengan orang yang mengumpulkan keterangan tentang perangai-perangai beliau yang mulia.

Hal itu juga mendekatkan diri kita kepada beliau, yakni dengan manarik kecintaannya dan keridhaannya.

Kedelapan, mengenal perangai beliau, mukjizat-mukjizatnya, dan irhash-nya (kejadian-kejadian luar biasa yang Allah berikan pada diri seorang rasul sebelum diangkat menjadi rasul), menimbulkan iman yang sempurna kepadanya dan menambah kecintaan terhadapnya.

Manusia itu diciptakan menyukai hal-hal yang indah, balk fisik (tubuh) maupun akhlaq, ilmu maupun amal, keadaan maupun keyakinan.

Dalam hal ini tidak ada yang lebih indah, lebih sempurna, dan lebih utama dibandingkan akhlaq dan perangai Nabi. Menambah kecintaan dan menyempurnakan iman adalah dua hal yang dituntut oleh syara’. Maka, apa saja yang memunculkannya juga merupakan tuntutan agama.

Kesembilan, mengagungkan Nabi SAW itu disyariatkan. Dan bahagia dengan hari kelahiran beliau dengan menampakkan kegembiraan, membuat jamuan, berkumpul untuk mengingat beliau, serta memuliakan orang-orang fakir, adalah tampilan pengagungan, kegembiraan, dan rasa syukur yang paling nyata.

Kesepuluh, dalam ucapan Nabi SAW tentang keutamaan hari Jum’at, disebutkan bahwa salah satu di antaranya adalah, “Pada hari itu Adam diciptakan:” Hal itu menunjukkan dimuliakannya waktu ketika seorang nabi dilahirkan.

Maka bagaimana dengan hari di lahirkannya nabi yang paling utama dan rasul yang paling mulla?

Kesebelas, peringatan Maulid adalah perkara yang dipandang bagus oleh para ulama dan kaum muslimin di semua negeri dan telah dilakukan di semua tempat. Karena itu, ia dituntut oleh syara’, berdasarkan qaidah yang diambil dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud, “Apa yang dipandang balk oleh kaum muslimin, ia pun balk di sisi Allah; dan apa yang dipandang buruk oleh kaum muslimin, ia pun buruk di sisi Allah.”

Kedua belas, dalam peringatan Maulid tercakup berkumpulnya umat, dzikir, sedekah, dan pengagungan kepada Nabi SAW. Semua itu hal-hal yang dituntut oleh syara’ dan terpuji.

Ketiga belas, Allah SWT berfirman, “Dan semua kisah dari rasul-rasul, Kami
ceritakan kepadamu, yang dengannya Kami teguhkan hatimu:’ (QS Hud: 120).

Dari ayat ini nyatalah bahwa hikmah dikisahkannya para rasul adalah untuk meneguhkan hati Nabi. Tidak diragukan lagi bahwa saat ini kita pun butuh untuk meneguhkan hati kita dengan berita-berita tentang beliau, lebih dari kebutuhan beliau akan kisah para nabi sebelumnya.

Keempat belas, tidak semua yang tidak pernah dilakukan para salaf dan tidak ada di awal Islam berarti bid’ah yang munkar dan buruk, yang haram untuk dilakukan dan wajib untuk ditentang. Melainkan apa yang “baru” itu (yang belum pernah dilakukan) harus dinilai berdasarkan dalii-dalil syara’.

Kelima belas, tidak semua bid’ah itu diharamkan. Jika haram, niscaya haramlah pengumpulan Al-Quran, yang dilakukan Abu Bakar, Umar, dan Zaid, dan penulisannya di mushaf-mushaf karena khawatir hilang dengan wafatnya para sahabat yang hafal Al-Quran.

Haram pula apa yang dilakukan Umar ketika mengumpulkan orang untuk mengikuti seorang imam ketika melakukan shalat Tarawih, padahal ia mengatakan, “Sebaik-baik bid’ah adalah ini.” Banyak lagi perbuatan baik yang sangat dibutuhkan umat akan dikatakan bid’ah yang haram apabila semua bid’ah itu diharamkan.

Keenam belas, peringatan Maulid Nabi, meskipun tidak ada di zaman Rasulullah SAW, sehingga merupakan bid’ah, adalah bid’ah hasanah (bid’ah yang balk), karena ia tercakup di dalam dalil-dalil syara’ dan kaidah-kaidah kulliyyah (yang bersifat global).

Jadi, peringatan Maulid itu bid’ah jika kita hanya memandang bentuknya, bukan perinaan-perinaan amalan yang terdapat di dalamnya (sebagaimana terdapat dalam dalil kedua belas), karena amalan-amalan itu juga ada di masa Nabi.

Ketujuh belas, semua yang tidak ada pada awal masa Islam dalam bentuknya tetapi perincian-perincian amalnya ada, juga dituntut oleh syara’. Karena, apa yang tersusun dari hal-hal yang berasal dari syara’, pun dituntut oleh syara’.

Kedelapan belas, Imam Asy-Syafi’i mengatakan, “Apa-apa yang baru (yang belum ada atau dilakukan di masa Nabi SAW) dan bertentangan dengan Kitabullah, sunnah, ijmak, atau sumber lain yang dijadikan pegangan, adalah bid’ah yang sesat. Adapun suatu kebaikan yang baru dan tidak bertentangan dengan yang tersebut itu, adalah terpuji “

Kesembilan belas, setiap kebaikan yang tercakup dalam dalil-dalil syar’i dan tidak dimaksudkan untuk menyalahi syariat dan tidak pula mengandung suatu kemunkaran, itu termasuk ajaran agama.

Keduapuluh, memperingati Maulid Nabi SAW berarti menghidupkan ingatan (kenangan) tentang Rasulullah, dan itu menurut kita disyariatkan dalam Islam. Sebagaimana yang Anda lihat, sebagian besar amaliah haji pun menghidupkan ingatan tentang peristiwa-peristiwa terpuji yang telah lalu.

Kedua puluh satu, semua yang disebutkan sebelumnya tentang dibolehkannya secara syariat peringatan Maulid Nab! SAW hanyalah pada peringatan-peringatan yang tidak disertai perbuatan-perbuatan munkar yang tercela, yang wajib ditentang.

Adapun jika peringatan Maulid mengandung hal-hal yang disertai sesuatu yang wajib diingkari, seperti bercampurnya laki-laki dan perempuan, dilakukannya perbuatan-perbuatan yang terlarang, dan banyaknya pemborosan dan perbuatan-perbuatan lain yang tidak diridhai Shahibul Maulid, tak diragukan lagi bahwa itu diharamkan.

Tetapi keharamannya itu bukan pada peringatan Maulidnya itu sendiri, melainkan pada hal-hal yang terlarang tersebut

semoga artikel ini bermanfaat didalam mendalami arti Maulid, dan semoga bsa mnjadikan tambahan ilmu yg bermanfaat.
dan semoga kita digolongkan kedalam golongan yang cinta akan Rosulullah sehingga kelak kita dikumpulkan dengan Beliau kelak disurga

Pada hakikatnya Maulid tidak lain dan tidak bukan adalah perhimpunan untuk mendengar sirah Nabi صلى الله عليه وسلم, serta memperingati kurniaan Allah Ta’ala ke atas umat ini dengan kelahiran Nabi Yang Mulia Lagi Penyantun dan Penyayang صلى الله عليه وسلم.

Wallahu A'laam
21 Dalil Bolehnya Memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW 21 Dalil Bolehnya Memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 12, 2018 Rating: 5

BNN - ANGKASA PURA II : Awasi Pintu Masuk Narkoba Lewat Jalur Udara

November 11, 2018

Jakarta,(BMNNews.com) – Peredaran Narkoba di Indonesia saat ini berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Status Darurat Narkoba yang dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo terhadap kondisi Indonesia ini sejalan dengan era globalisasi dan modernisasi yang tengah dihadapi oleh masyarakat dunia.

Pada era ini, kemudahan interaksi antar negara dan sesama manusia bagai dua sisi mata uang.

Dari sisi pertahanan negara, kondisi ini sangat riskan memungkinkan terjadinya tindak kejahatan yang bersifat  lintas negara, seperti kejahatan narkotika.

Menghadapi situasi ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading sector dalam penanganan permasalahan narkotika menjalin sinergitas lintas sektoral dengan aparat penegak hukum dan badan usaha pengelola jalur transportasi, salah satunya dengan PT. Angkasa Pura II (Persero), sebagai lisensi operator bandara di Indonesia.

Nota kesepahaman tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika antara BNN dengan PT. Angkasa Pura II (Persero) ditandatangani langsung oleh Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., dan Direktur Utama Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, di Ruang Auditorium 1 PT. Angkasa Pura II (Persero), Tangerang, Banten, pada Rabu (7/11).

Direktur Utama PT. Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, mengatakan bahwa Bandara merupakan objek vital yang beroperasi penuh 24 jam. Lebih lanjut Awaluddin mengatakan, dari 15 bandara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura II (Persero) ada 105 juta pergerakan penumpang setiap harinya yang membutuhkan pengawasan, khususnya dalam upaya pencegahan penyelundupan narkotika ke Indonesia.

Melalui kerja sama ini, pihaknya berharap dapat saling bersinergi, tidak semata untuk keselamatan dan keamanan penerbangan saja tetapi juga untuk pertahanan dan keamanan negara dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Sementara itu, Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., berharap agar melalui penandatanganan perjanjian kerja sama ini, PT. Angkasa Pura II (Persero) dapat memperketat pengawasan terhadap orang dan barang di seluruh wilayah operasional bandara dengan mempersenjatai diri menggunakan alat-alat deteksi yang lebih cakap dan mumpuni dalam mendeteksi barang berbahaya khususnya Narkoba.


#stopnarkoba HUMAS BNN
BNN - ANGKASA PURA II : Awasi Pintu Masuk Narkoba Lewat Jalur Udara BNN - ANGKASA PURA II : Awasi Pintu Masuk Narkoba Lewat Jalur Udara Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 11, 2018 Rating: 5

Tragedi KA di Viaduk, Polisi Belum Pastikan Salah Siapa

November 10, 2018


Surabaya,(BMNNews.com) - Polisi masih melakukan penyidikan terhadap kasus kecelakaan KRD Sidoarjo-Stasiun Pasar Turi versus penonton Surabaya Membara di viaduk Jalan Tugu Pahlawan, kemarin (9/11).

Saat ini, petugas keamanan memeriksa 10 pihak sebagai saksi pada layar tersebut.

Saksi yang saat ini masih dalam ujian adalah Ketua Panitia Surabaya Membara, pihak PT KAI Daop 8 Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.Belum ada hasil atas pemeriksaan tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak PT KAI Daop 8 Surabaya untuk menghadirkan saksi lain. Termasuk, masinis yang waktu itu bertugas mengoperasikan KRD Sidoarjo-Stasiun Pasar Turi.

"Kami berharap, KAI Daop 8 dapat menghadirkan saksi atau petugas (selain masinis) yang pada saat kejadian, sedang bertugas. Jadi, kita tunggu saja hasilnya," kata Rudi di Balai Kota Surabaya, Sabtu (10/11).

Tak hanya soal penyidikan dan pemeriksaan terhadap para saksi. Rudi mengatakan, pihaknya juga masih fokus pada penanganan korban. Dia mencatat, tim medis masih melakukan perawatan intensif terhadap 3 korban di RSUD dr. Soetomo, RS PHC Surabaya, dan RSUD dr. Soewandhi.

"Kalau itu (isu ada tambahan korban meninggal) saya belum monitor ya. Tapi yang jelas, 3 korban luka masih dirawat di 3 rumah sakit itu," kata Rudi.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran membenarkan proses pemeriksaan para saksi tersebut. Hingga saat ini, pihaknya belum memeriksa masinis yang waktu itu bertugas mengoperasikan KRD Sidoarjo-Stasiun Pasar Turi.

Untuk itu, Sudamiran menyatakan belum ada pihak yang patut dipersalahkan terhadap kecelakaan maut tersebut. "Masinisnya belum kami mintai keterangan. Baru 10 orang yang kami periksa. Jadi, belum (dapat menyalahkan siapapun)," kata Sudamiran.(HDR/JPC)



Jawapos.com
Tragedi KA di Viaduk, Polisi Belum Pastikan Salah Siapa Tragedi KA di Viaduk, Polisi Belum Pastikan Salah Siapa Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 10, 2018 Rating: 5

Pengarang dan Asal Usul Nama Sholawat Nariyah

November 10, 2018

Surabaya,(BMNNews.com) – Sebagian kalangan mempertanyakan dan bahkan menuding tak berdasarnya Shalawat Nariyah yang akan dibacakan warga NU.

Pokok persolannya, menurut mereka adalah tidak diketahui pengarangnya.
Dewan Pakar Aswaja NU Center Jawa Timur KH Ma’ruf Khozin mengatakan, jika beralasan karena ketidakjelasan siapa pengarangnya, maka Mufti Mesir, Syaikh Ali Jumah yang digelari Allamah Ad-Dunya, mendapat sanad yang sempurna dari gurunya Syaikh Abdullah al-Ghummar.

Syaikh Abdullah al-Ghummar, menurut Ma’ruf, adalah seorang ahli hadits dari Maroko, yang sampai kepada muallif (pengarang) Shalawat Nariyah Syaikh Ahmad At-Tazi al-Maghribi (Maroko).

“Kesemuanya secara musyafahah, menyampaikan bacaan shalawat tersebut dari guru kepada muridnya secara langsung,” katanya kepada NU Online melalui surat elektronik, Rabu (28/9).

Sementara nama Shalawat Nariyah, ada kalangan alergi dengan ‘nar’ yang memang populer dengan sebutan Nariyah. Sebagian orang menganggap bahwa makna ‘nar’ adalah neraka, ‘iyah’ adalah pengikut, yang disimpulkan‘pengamal nariyah’ adalah pengikut ahli neraka.

Maka, hal itu sangat tidak tepat. Perhatikan dalam Al-Qur’an berikut ini:

إِذْ رَأَىٰ نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى


“Ketika ia (Musa) melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu". (Thaha: 10)

Menurut Syaikh Abdullah al-Ghummari, penamaan dengan Nariyah karena terjadi tashif atau perubahan dari kata yang sebenarnya taziyah.

Sebab keduanya memiliki kemiripan dalam tulisan Arab, yaitu النارية dan التازية yang berbeda pada titik huruf.

Di Maroko sendiri shalawat ini dikenal dengan shalawat Taziyah, sesuai nama kota pengarangnya.

Sementara dalam kitab Khazinatul Asrar, sebuah kitab yang banyak memuat ilmu tasawuf dan tarekat karya Syaikh Muhammad Haqqi Afandi An-Nazili, disebutkan bahwa Syaikh Al-Qurthubi menamai shalawat ini dengan nama Shalawat Tafrijiyah, yang diambil dari teks yang terdapat di dalamnya yaitu (تنفرج). 

Demikian halnya Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani menyebut dengan nama shalawat At-Tafrijiyah dalam kitabnya Afdlal ash-Shalawat ala Sayidi as-Sadat pada urutan ke 63.

“Semua syubhat (propaganda) dalam shalawat Nariyah telah kita ketahui dalilnya sehingga boleh kita amalkan. Akan tetapi, jika penolakannya, keengganannya dan keberatannya karena kebencian kepada kami para santri, maka tak cukup 1000 dalil untuk memuaskan dahaga kebenciannya,” pungkas anggota LBM PWNU Jatim ini. (Abdullah Alawi)
Pengarang dan Asal Usul Nama Sholawat Nariyah Pengarang dan Asal Usul Nama Sholawat Nariyah Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 10, 2018 Rating: 5

Rs Bhayangkara Surabaya Terbakar

November 10, 2018

Surabaya,(BMNNews.com) - Kebakaran menghanguskan gudang ruang penyimpanan cat di lantai 3 IGD RS Bhayangkara Polda Jawa Timur (Jatim), Rabu (7/11).

Beruntung tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut. Pihak rumah sakit juga tidak mengevakuasi pasien. Karena ruangan sedang dalam keadaan kosong saat musibah terjadi.

Mobil Water Canon milik Polda Jatim yang dekat dengan lokasi kejadian, langsung meluncur. Beberapa menit kemudian, Dinas Kebakaran Surabaya tiba di lokasi dan membantu upaya pemadaman api.

Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya Bambang Vistadi mengatakan, pihaknya mengerahkan 8 unit mobil pemadam kebakaran.

Pada pukul 13.15 WIB api dapat dipadamkan. Kondisi mulai berangsur aman dan kondusif sekitar pukul 13.30 WIB.

Namun, Bambang belum dapat mengkonfirmasi penyebab kebakaran. "Api memang berasal dari lantai 3 dan asapnya sendiri ngepul sampai ke lantai 4.hanya satu ruangan saja yang terbakar. Yang terbakar tumpukan cat. Karena di situ tempat menyimpan cat," kata Bambang di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Salah seorang saksi mata Maulana Indrajaya (22), mengaku mengetahui adanya kebakaran saat salah seorang suster berteriak minta tolong. Suster itu melihat kepulan asap hitam dari lantai 3.

Setelah dicek, ternyata ada api yang telah membakar ruangan tersebut. Asap mengepul hingga ke luar jendela.

Maulana lalu mencoba naik ke lantai 3 dan memadamkan api bersama petugas keamanan lain menggunakan APAR."Asapnya dahulu yang kelihatan. Baru apinya. Sempat membesar (apinya), tapi untung nggak merembet ke mana-mana," ungkap Maulana. (Lik)
Rs Bhayangkara Surabaya Terbakar Rs Bhayangkara Surabaya Terbakar Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 10, 2018 Rating: 5

KRI Usman Harun-359 Tiba Di Surabaya, Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-J UNIFIL Disambut Dengan Suka Cita

November 10, 2018

Suranaya,(BMNNews.com) – Prajurit KRI Usman Harun-359 yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J UNIFIL tiba di dermaga Madura Koarmada II Surabaya hari Kamis (08/11).

Kedatangannya disambut langsung Panglima Koarmada II, Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos.,M.Si., beserta jajaran dan Keluarga Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J UNIFIL.


Penyambutan diawali dengan laporan Dansatgas MTF Konga XXVIII-J UNIFIL yang sekaligus Komandan KRI Usman Harun-359, Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H.,M.Si kepada Panglima Koarmada II di dermaga Madura Koaramada II Surabaya.

“Lapor, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J UNIFIL telah melaksanakan tugas dalam keadaan aman!” Tegas laporan Dansatgas kepada Panglima.

“Terima kasih telah melaksanakan tugas dengan baik dan aman, selamat datang di Koramada II Surabaya” Jawab Panglima Koarmada II Surabaya.

Usai laporan, Panglima Koarmada II memberikan selamat kepada Dansatgas beserta prajurit Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J UNIFIL di geladak KRI Usman Harun-359.


Prajurit KRI Usman Harun-359 melaksanakan sujud syukur dan melempar baret biru UN ke udara di dermaga Madura sebagai tanda selesainya tugas sebagai penjaga perdamaian dunia.

Kemeriahan pun bertambah, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J UNIFIL disambut dengan penampilan reog ponorogo di sepanjang Dermaga Madura.

Usai penampilan reog ponorogo, para prjurit Satgas disambut keluarga dengan suka cita. Keharuan dan kebahagian pun terpancar dari raut wajah prajurit Satgas dan keluarga yang ditinggalkan selama satu tahun.(Avi)
KRI Usman Harun-359 Tiba Di Surabaya, Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-J UNIFIL Disambut Dengan Suka Cita KRI Usman Harun-359 Tiba Di Surabaya, Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-J UNIFIL Disambut Dengan Suka Cita Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 10, 2018 Rating: 5

Hikmah di Balik Hujan

November 08, 2018

Surabaya,(BMNNews.com) — Turunnya hujan beriringan dengan turunnya barokah dari Allah SWT. Dalam Alquran disebutkan, "Dan Kami menurunkan dari langit air yang penuh barokah (banyak manfaatnya)." (QS Qaaf [50]: 9). Rasulullah SAW dan para sahabatnya selalu menyambut hujan dengan sukacita. Ketika hujan turun juga menjadi salah satu momen dikabulkannya doa. (HR Hakim).

Itulah alasannya, umat Islam dilarang mencela hujan. Orang yang mencela hujan sama artinya mencela pencipta hujan, yaitu Allah SWT. Pengasuh Yayasan Dinamika Ummat Ustaz Dr H Hasan Basri Tanjung MA memesankan untuk bersabar ketika hujan.

"Hujan adalah karunia untuk seluruh makhluk yang ada di bumi. Karunia dari hujan itu sangat mahal. Mungkin kita tidak menyukainya, tapi ada orang lain atau makhluk lain yang menanti-nantikannya," pesan mubaligh asal Sumatra Utara ini. Berikut petikan wawancara selengkapny: 

Hujan bukan peristiwa biasa dalam Islam, apa keistimewaannya?

Hujan itu karunia Allah SWT. Dalam Alquran, benar-benar ditegaskan bahwa Allah SWT yang menurunkan hujan. Firman Allah SWT, "Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan." (QS al-An'aam [6]: 99).

Artinya, hujan adalah salah satu tanda kekuasaan dan kemahaesaan Allah SWT.
Di ayat lain, Allah SWT juga menanyakan, siapa yang bisa menurunkan hujan? Firman-Nya, "Wahai manusia apa pendapat kalian tentang air yang kalian minum? Apakah kalian yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya? Sekiranya Kami jadikan air hujan terasa asin lagi pahit, adakah kalian mampu mengubahnya menjadi air tawar? Mengapa kalian tidak mau mensyukuri nikmat Allah?" (QS al-Waqi'ah [56]: 68-70).

Ayat ini lebih tegas menyatakan bahwa kuasa menurunkan hujan hanya milik Allah SWT. Hanya Allah SWT yang sanggup membuat dan menurunkan hujan karena hal ini di luar kuasa dan kesanggupan manusia. Jadi, esensi hujan sendiri adalah karunia Allah SWT yang diberikan kepada manusia.

Manusia diminta bersyukur atas karunia yang diberikan itu.
Ketika hujan turun, makanya kita tidak boleh mengeluh seakan membawa mudharat kepada kita.

Hujan adalah karunia untuk seluruh makhluk yang ada di bumi. Karunia dari hujan itu sangat mahal. Mungkin kita tidak menyukainya, tapi ada orang lain atau makhluk lain yang menanti-nantikannya.

Jarang turunnya hujan sebagai tanda bergeraknya dosa?
Hujan diciptakan Allah SWT untuk memelihara kestabilan bumi yang kita tempati ini. Dengan hujan, lahan pertanian-perkebunan bisa subur dan tanaman bisa hidup. Dari buahnya, manusia dan hewan bisa makan.

Firman Allah SWT, "Dialah Tuhan yang menurunkan hujan dari langit bagi kalian. Di antara air hujan itu ada yang menjadi minuman, ada yang menumbuhkan pepohonan, dan ada pula yang menumbuhkan rerumputan yang menjadi makanan bagi ternak kalian." (QS an-Nahl [16]: 10).

Kalau ekosistem ini dirusak manusia, akibatnya juga kembali kepada manusia. Alam yang dirusak, hujan tidak turun. Akibatnya, lahan kekeringan. Manusia juga yang repot akibat ulahnya sendiri. Firman Allah SWT, "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS ar-Rum [30]: 41).

Ada daerah yang punya curah hujan tinggi. Ada pula daerah yang diciptakan Allah yang jarang diturunkan hujan. Seperti di Timur Tengah yang jarang hujan. Tapi, selama mereka memelihara alam dengan baik, insya Allah mereka tak akan kekurangan air.

Di daerah tropis seperti Indonesia, Allah berikan curah hujan tinggi. Namun, jika kita merusak alam, di daerah yang curah hujan tinggi ini sekalipun kita akan kesulitan air. Jadi, itu semua kembali kepada manusianya untuk memelihara alam. Sunatullah itu jangan kita lawan. Itu semua ada hikmahnya.

Apa hikmah disyariatkan shalat Istisqa?

Ini mengisyaratkan bahwa yang bisa menurunkan hujan hanya Allah SWT. Apa pun teknologi yang dibuat manusia sampai sekarang ini, tidak ada yang bisa menurunkan hujan secara baik. Kalaupun ada hujan buatan, tapi itu hanya sebatas ikhtiar ya.


republika.co.id
Hikmah di Balik Hujan Hikmah di Balik Hujan Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 08, 2018 Rating: 5

Bendera Merah Putih Ditempeli Logo PKB Bisa Kena Pelanggaran Pidana

November 08, 2018


(BMNNews.com) -- Pakar hukum dari Universitas Al Azhar Prof Suparji Ahmad mengingatkan partai politik untuk berhati-hati menggunakan bendera merah putih selama kampanye. Jangan sampai bendera merah putih dilekatkan dengan logo partai.

Ia menerangkan publik sudah mempersepsi kain berwarna merah putih sebagai bendera negara. “Partai harus hati-hati memakai bendera merah putih," ujar Suparji ketika dihubungi Republika, Rabu (7/11).

Suparji mengutarakan ini terkait bendera merah putih yang ditempeli logo PKB. Ia mengatakan, tindakan tersebut bisa terkena pelanggaran pidana. “Jangan sampai menggunakan lambang negara, simbol negara, tidak boleh seperti itu," ujarnya.

Ada undang-undang yang mengatur tentang penggunaan bendera merah putih, yakni UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Aturan itu melarang ada gambar atau tanda lain dicetak atau disulam atau ditulis di bendera negara.

“Dulu pernah kejadian bendera merah putih dengan kalimat tauhid. Namun, perkaranya hilang begitu saja. Sekarang logo partai PKB di bendera merah putih," kata dia.

Suparji mengaku sangat menyayangkan dan berharap tidak terulang di masa akan datang. Ia berharap penegak hukum lebih responsif terkait kejadian serupa sehingga ada efek jera. “Setidaknya minta keterangan yang dilakukan tidak benar," ucapnya.

Suparji mengingatkan semua warga negara Indonesia untuk mengetahui asas hukum. “Tidak ada alasan untuk tidak tahu peraturan yang ada," ujarnya.

Suparji juga yakin para partai pasti mengetahui aturan yang berlaku dan UUD bendera. "Dalam UUD kan ada bendera, lagu kebangsaan, lambang," ucapnya.






Sumber: Republika
Bendera Merah Putih Ditempeli Logo PKB Bisa Kena Pelanggaran Pidana Bendera Merah Putih Ditempeli Logo PKB Bisa Kena Pelanggaran Pidana Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 08, 2018 Rating: 5

Putusan Bawaslu: Tim Jokowi Langgar Aturan Iklan Galang Dana

November 08, 2018
Bawaslu memutuskan iklan penggalangan dana TKN Jokowi-Ma'ruf di media massa cetak pada 17 Oktober lalu sebagai pelanggaran aturan pemilu. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)


Jakarta,(BMNNews.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI memutuskan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo -Ma'ruf Amin melanggar aturan terkait iklan dana kampanye melalui surat kabar nasional beberapa waktu lalu.

"Berdasarkan hasil kajian menyimpulkan bahwa iklan di harian Media Indonesia edisi Rabu, 17 Oktober 2018 merupakan kampanye di luar jadwal sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2017 dan diubah terakhir dengan PKPU Nomor 23 Tahun 2018," ujar Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo dalam konferensi pers di kantornya, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/11).

Ratna mengatakan ada dua laporan atas kasus ini. Sebelum menetapkan putusan ini pihaknya pun telah meminta keterangan dari berbagai pihak yakni pelapor, saksi pelapor, dan menggali keterangan KPU sebagai ahli karena selaku pembuat aturan pemilu.

Selain itu, pihak TKN serta pengelola surat kabar harian Media Indonesiaselaku pihak yang menayangkan iklan tersebut juga dimintai keterangan.

"Kami mulai tanggal 23 Oktober sampai 6 November 2018. Jadi kami sudah sesuai standar penanganan pelanggaran pemilu," kata dia.

Sebelumnya iklan penggalangan dana kubu Jokowi-Ma'ruf diterbitkan melalui salah satu media cetak.

Kemudian, iklan itu menjadi polemik lantaran dianggap memenuhi unsur kampanye.

Padahal, metode kampanye yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan cara pertemuan tertutup dan terbatas. Selain itu, dengan cara tatap muka atau blusukan.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari sebelumnya mengatakan tindakan yang memenuhi unsur kampanye yang dilakukan di media cetak bisa dikategorikan sebagai pelanggaran pemilu.

Hal itu karena kampanye di media cetak baru bisa dilakukan dalam rentan waktu 24 Maret hingga 13 April 2019.

"Pada dasarnya undang-undang mengatur bahwa kampanye lewat media cetak, elektronik dan kampanye rapat umum baru bisa dilakukan pada 21 hari (sebelum pencoblosan), bagian akhir masa kampanye," kata Hasyim usai menghadiri suatu acara di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (18/10).(FHR/kid)

Cnn Indonesia
Putusan Bawaslu: Tim Jokowi Langgar Aturan Iklan Galang Dana Putusan Bawaslu: Tim Jokowi Langgar Aturan Iklan Galang Dana Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 08, 2018 Rating: 5

Aparat Saudi Buru Pemasang Bendera Di Kediaman Habih Rizieq Shihab

November 08, 2018

(BMNNews.com) – Pihak keamanan Arab Saudi disebut tengah memburu pemasang bendera lambang kelompok ekstrimis di kediaman Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Kota Mekkah, pada Selasa (6/11).

Informasi yang diperoleh redaksi, otoritas Arab Saudi marah saat mendengar laporan Rizieq bahwa ada pihak tertentu yang mengambil gambar dirinya saat berbincang dengan aparat keamanan. Gambar itu kemudian disebarluaskan di Indonesia.

Rizieq sendiri sempat dimintai keterangan tentang siapa orang yang paling dicurigai sebagai dalang aksi tersebut.

Menurutnya, pihak yang diduga kuat sebagai pelaku adalah intelijen dari Indonesia.

Aparat keamanan Arab Saudi meminta bantuan Rizieq untuk melaporkan nama-nama intelijen Indonesia yang diketahui melakukan operasi intelijen terhadapnya di wilayah hukum Saudi.

Kabar tersebut juga disampaikan Juru Bicara FPI Munarman. Menurutnya, ada upaya fitnah terhadap Rizieq yang kini bermukim di Arab Saudi.

"Tujuannya hanya satu, yaitu HRS (Habib Rizieq Shihab) mendapatkan kesulitan, dan mereka berharap HRS celaka," tegasnya. [lov]

Rmol.co
Aparat Saudi Buru Pemasang Bendera Di Kediaman Habih Rizieq Shihab Aparat Saudi Buru Pemasang Bendera Di Kediaman Habih Rizieq Shihab Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 08, 2018 Rating: 5

BNN Galang Kerja Sama dengan Australian Border Force Bentengi Perbatasan

November 07, 2018

Jakarta,(BMNNews.com) - Upaya pemberantasan penyelundupan narkotika semakin gencar dilakukan mengingat peredaran gelap narkotika oleh jaringan internasional yang semakin tinggi.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan membangun kerja sama bilateral, seperti yang dilakukan oleh BNN dan Persemakmuran Australia yang diwakili oleh Departemen Dalam Negeri melalui Australian Border Force (ABF) yang sepakat dalam kerja sama perlindungan perbatasan dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Kerja sama antara keduanya diperkuat dengan penandatangan nota kesepahaman pada hari Selasa, 6 November 2018 di gedung unit deteksi dini K-9 di Lido, Bogor, Jawa Barat.

Penandatanganan tersebut diwakili oleh Drs. Heru Winarko selaku Kepala BNN dan Michael Outram APM selaku Komisioner Australian Border Force.

Kerja sama ini merupakan bentuk responsif kedua negara dalam menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di perbatasan yang menjadi ancaman besar bagi kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan serta merugikan dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan politik masyarakat.

Tiga poin yang disepakati dalam kerja sama ini diantaranya pertukaran berbagai informasi dalam memerangi kejahatan narkotika dan prekursor di perbatasan, pengembangan sumber daya manusia dalam operasi pemberantasan yang salah satunya yaitu unit canine, serta bidang-bidang lain yang menjadi perhatian bersama yang telah ditentukan terkait dengan pengawasan narkotika dan prekursor di wilayah perbatasan.

Ketiga poin di atas merupakan bagian dari ruang lingkup perjanjian kerja sama antara BNN dan ABF.

Kerja sama yang juga menekankan pada penguatan canine ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja dari unit deteksi dini K-9 BNN.

Sebagaimana yang diketahui bahwa ABF merupakan institusi yang memiliki program nasional dalam pengembangan anjing pelacak dalam penegakan hukum di Australia.

Oleh sebab itu, penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan selain dapat membangun kerja sama perlindungan perbatasan dalam pendeteksian dan pencegahan pergerakan narkotika di wilayah perbatasan, juga dapat memperkuat unit K-9 BNN dalam mendukung upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Dengan demikian diharapkan angka penyelundupan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia dapat ditekan.
BNN Galang Kerja Sama dengan Australian Border Force Bentengi Perbatasan BNN Galang Kerja Sama dengan Australian Border Force Bentengi Perbatasan Reviewed by Editor Basis Media Nasional on November 07, 2018 Rating: 5
Powered by Blogger.