Featured Posts

Fakta-Fakta di Balik Munculnya Kotak Suara Berbahan Kardus

December 18, 2018


BMNNews.com - Belakangan ramai tentang kotak suara berbahan kardus yang akan digunakan untuk Pemilu 2019. Munculnya kabar tentang kotak suara kardus itu jadi pro dan kontra.

1. Disetujui DPR
Pembuatan kotak suara berbahan dasar kardus sudah melalui persetujuan oleh DPR dan pemerintah. Awalnya Komisi Pemilihan Umum atau KPU mengusulkan lewat draft PKPU tentang logistik. Kemudian dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Maret 2018.
Menurut Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi, penggunaan bahan tersebut sudah disetujui semua fraksi di Komisi II. "Komposisi pimpinan Komisi II DPR terdiri dari Golkar, PKB, GerindraPKS dan Demokrat," kata Baidowi.
2. Disahkan oleh Pemerintah
Setelah RDP dan disetujui oleh semua fraksi di DPR, PKPU dibawa ke Kemenkumham. Kemudian Kemenkumham mengesahkan PKPU Nomor 15 tahun 2018. 
Dalam KPU Nomor 15 tahun 2018 ayat Pasal 16 adalah: "Bilik pemungutan suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4) dibuat dari bahan plastik sheet/plastik papan (board)/karton."
3. Pembuatan Merujuk Pada UU
Ide kotak kardus sebagai kotak suara juga sesuai dengan Undang-Undang Pasal 341 ayat (1) huruf a UU 7/2017. Dalam UU itu dijelaskan bahwa kotak suara harus transparan dan bisa dilihar dari luar. 
Dalam penjelasan Pasal 341 ayat (1) huruf a UU No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum adalah: "Perlengkapan kotak suara untuk pemungutan suara harus bersifat transparan, yang bermakna bahwa isi kotak suara harus terlihat dari luar."

4. KPU Hemat Hingga Rp 663 miliar
Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, pengalihan bahan logistik kotak dan bilik suara pemilihan umum dari alumunium ke karton menghemat anggaran pemerintah hingga ratusan miliar rupiah.
"Dari pagu pengadaan kotak suara yang disiapkan pemerintah sekitar Rp 948 miliar, kami hanya membelanjakannya sekitar 29,97 persen, sedangkan untuk bilik dari pagu sekitar Rp 196 miliar, hanya 30,51 persen yang kami belanjakan untuk pilpres dan pemilu legislatif 2019," katanya.Menurutnya, harga satuan kotak suara senilai Rp 57.500 hingga Rp 62.500 per buah, sudah termasuk biaya pengiriman ke seluruh daerah di Pulau Jawa.
5. Pernah Dipakai pada 2014
Kotak suara yang terbuat dari karton kedap air ini pernah digunakan pada pemilu 2014. Kini kotak tersebut akan kembali digunakan pada pemilu serentak 2019. "Itu sudah dilakukan di Pemilu 2014, Pilkada 2015, 2017, dan 2018." kata Mantan Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah.
Menurutnya, penggunaan kotak kardus ini sebagai pengganti dari kotak suara yang rusak di berbagai daerah. "Maka untuk menggantinya dibuat kotak suara, dari bahan apa, dari bahan karton kedap air dengan spesifikasi tertentu, kualitasnya juga sama." katanya.

sumber: merdeka.com
Fakta-Fakta di Balik Munculnya Kotak Suara Berbahan Kardus Fakta-Fakta di Balik Munculnya Kotak Suara Berbahan Kardus Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 18, 2018 Rating: 5

Prabowo Menang di Madura, Apa Kabar La Nyalla?

December 18, 2018


Surabaya,(BMNNews.com)– Kalau saja pilpres digelar sekarang La Nyalla M. Mattalitti akan malu besar. Pasalnya capres dan cawapres Prabowo-Sandi menang di Madura versi survei The Initiative Institute. Padahal, La Nyalla sesumbar Prabowo kalah di Madura.
“Kami tidak percaya sesumbar orang seperti La Nyalla. Kami akan buktikan Madura tetap Prabowo Sandi.  Untuk Jatim memang Jokowi unggul tapi tipis. Bukan seperti survei Initiative itu. Tahun depan pasti terkejar. Tunggu saja  awal tahun 2019,” kata Subandi, warga Bangkalan kader Gerindra, Selasa 18 Desember 2018.
Elektabilitas pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berada di bawah pasangan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Timur, pada 5 bulan jelang pemungutan suara Pilpres 2019.
Pasangan nomor urut 02 itu hanya unggul atas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pulau Madura.
Hasil survei The Initiative Institute yang digelar 10-18 Oktober kepada 5.500 responden yang menyebar di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur menyebut, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dengan angka 57,7 persen, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 19,7 persen.
“Jumlah swing voters lebih tinggi dari angka pendukung Prabowo-Sandi, yakni 21,1 persen,” kata CEO The Initiative Institute, Airlangga Pribadi, Senin,(17/12/2018).
Sementara, pasangan Prabowo-Sandi unggul di sejumlah daerah di Madura yakni Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan, dengan angka 43 persen.
Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan angka 20,5 persen, sementara swing votersmencapai 36,5 persen. Airlangga mengatakan, lemahnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin di Madura karena selain swing voters yang tinggi, juga karena tidak adanya fatwa ulama untuk menguatkan pilihan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Di Madura, dukungan ulama sangat penting,” ujar dia.
Di 3 wilayah kultur lainnya, Jokowi-Ma’ruf Amin tercatat unggul. Di wilayah yang meliputi Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, Jombang, dan Malang Raya, Jokowi-Ma’ruf Amin unggul 72,2 persen, Prabowo-Sandi 17,5 persen, dan swing voters10,3 persen.
Subandi mengatakan, memang Prabowo harus kerja keras. Sebab pergerakan dukungannya terus meningkat. “Bila santai saja ya kalah. Tapi kami kerja keras meyakinkan rakyat,” katanya.  (wis)


sumber : Duta.co
Prabowo Menang di Madura, Apa Kabar La Nyalla? Prabowo Menang di Madura, Apa Kabar La Nyalla? Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 18, 2018 Rating: 5

Didampingi Oleh Ustadz Munarman Dan Lainnya, Habib Bahar Penuhi Panggilan Polda Jabar

December 18, 2018


Jakarta,(BMNNews.com)- Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan Polda Jabar untuk menjalani pemeriksaan kasus dugaan penganiayaan.

Dari pantauan, Habib Bahar bin Smith yang mengenakan pakaian serba putih mendatangi gedung Ditreskrimum Polda Jabar sekitar pukul 12.30 WIB menggunakan mobil putih ditemani sejumlah pengacara antara lain Ustadz Munarman, Aziz Yanuar, Habib Ali Alatas dan lainnya.

Setelah turun dari mobil, Bahar dan rombongan memilih berlalu dan masuk ke gedung.

Wartawan yang sudah menunggu dari pagi mencoba bertanya terkait kasus yang membelitnya, namun tak direspons. Hanya saja, dia mengaku siap menjalani pemeriksaan.

"Siap. Saya siap (diperiksa penyidik Polda Jabar)," katanya singkat.

Satu per satu rombongan Bahar memasuki gedung Ditreskrimum setelah sebelumnya diperiksa melalui metal detector.

Sementara itu, salah seoran pengacara Habib Bahar bernama Ustadz Azis Yanuar menyebut kliennya ditemani sekitar sembilan kuasa hukum.

"Ada sembilan pengacara. Untuk materi pemeriksaan, nanti kami kabarkan. Sekarang belum tahu," ucap Azis.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebelumnya Bahar bin Smith dilaporkan ke Polres Bogor dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bgr tertanggal 5 Desember 2018.

Dalam laporan itu, Habib Bahar dan beberapa orang lainnya diduga secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan dan/atau melakukan kekerasan terhadap anak.

Terduga korban berinisial MHU (17) dan Ja (18) beralamat di Bogor. Penganiayaan itu diduga terjadi di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogor pada Sabtu, 1 Desember sekira pukul 11.00 WIB.

Perbuatan itu diduga bertentangan dengan Pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP dan atau Pasal 80 Undang-Undang Tahun 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Berdasarkan informasi, pelapor disebut - sebut telah mengaku - ngaku sebagai Habib Bahar dan menimbulkan kerugian bagi Habib Bahar, sehingga mereka kemudian didamprat oleh umat Islam karena mengaku sebagai Habib padahal palsu.

Namun buntutnya, Habib Bahar bin Smith malah dilaporkan ke Polres Bogor.

Melalui pesan Voice Notes yang beredar luas di group - group WA, Habib Bahar menyatakan kasusnya ini karena ia ingin menjaga kemurnian nasab Ahlul Bait, para Dzurriyah Rasulullah SAW dari Habib - Habib palsu.



Sumber: Merdeka
Didampingi Oleh Ustadz Munarman Dan Lainnya, Habib Bahar Penuhi Panggilan Polda Jabar Didampingi Oleh Ustadz Munarman Dan Lainnya, Habib Bahar Penuhi Panggilan Polda Jabar Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 18, 2018 Rating: 5

Sampah Plastik yang di Bakar Menjadi Tradisi Warga Kedensari

December 17, 2018


Sidoarjo,(BMNNews.com) -Sebagai pusat pengrajinan tas di Ds.Wates Kedensari Kec.Tanggulangin Sidoarjo, termasuk salah satu desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai pengrajin Tas.

Kata sala satu warga Rayhan Wates kedensari  berkembangnya model tas yg di tawarkan dan harga yg terjangkau pengrajin tas baik yg tingkat home industri maupun yg di bilang pabrik makin menjamur.

Sayangnya semua itu tidak di imbangi dengan bagaimana menjaga lingkungan, terutama peran pemerintah desa yang kurang memberikan penyuluhan.

Setiap sore dapat di pastikan warga sekitar membakar sampah plastik sisa pengerjaan tas...

Taukah anda asap dari sampah sampah plastik terhirup,gas karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SO2), Dioxin dan
Furan.

Saat kedua zat itu masuk, tubuh akan mengakibatkan batuk, sesak napas, dan nanah.

Jika kita terus menerus menghirup kedua zat itu, tubuh bisa terkena kanker.dan itu sangat mengganggu kesehatan warga pungkasnya(Lik)


Sampah Plastik yang di Bakar Menjadi Tradisi Warga Kedensari Sampah Plastik yang di Bakar Menjadi Tradisi Warga Kedensari Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 17, 2018 Rating: 5

Dahsyat! Relawan Di Jateng Berebut Tawarkan Rumahnya Jadi Posko Prabowo - Sandi

December 17, 2018


Jakarta,(BMNNews) - Calon Wakil Presiden Nomor 02 Sandiaga Uno terus mempersiapkan rencana pemindahan markas pemenangan di Jawa Tengah. Pemindahan markas mendapat respons baik. Bahkan sejumlah relawan menawarkan pendirian posko di 35 Kabupaten/Kota seluruh Jawa Tengah.
"Jika itu terjadi, maka kita mengadopsi strategi gerilya Pak Dirman (Sudirman Said)," kata Sandiaga Uno saat menghadiri pembekalan relawan Padi di Semarang, Minggu (16/12).
Sandiaga mengapresiasi saat kadernya menawarkan rumah untuk dijadikan posko.

"Semua titik menawarkan bantuan rumah. Sedangkan rumah yang ditawarkan juga dijadikan posko-posko," ujarnya.

Dari semula ditargetkan membuka markas pemenangan di tiga titik, kini pilihannya menjadi lima titik.
"Saya sampaikan kalau semua permintaannya ditampung, maka semua daerah nanti punya posko. Kita harus hadir paling tidak di lima sampai enam titik," jelasnya.

Dia makin semangat bergerak menuntaskan misi kampanye di 35 Kabupaten/Kota di Jateng selama 120 hari menjelang Pilpres 2019.

"Tujuannya menangkap aspirasi rakyat tingkatkan kinerja terutama di beberapa titik demografi. Kebetulan ini juga barusan tour di beberapa wilayah Kebumen, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, Temanggung," jelasnya.

Sandiaga menambahkan tingginya harapan masyarakat yang ingin adanya perubahan signifikan pada bangsa Indonesia, membuatnya tetap optimistis mampu mendulang suara di Jawa Tengah. Saat ini dia sedang memperkuat konsolidasi demi menyeragamkan pesan dari masyarakat setempat.

"Perubahan semakin kental diwujudkan. Ini harus direalisasikan pada 17 April mendatang," tutup Sandiaga.


Sumber: Merdeka
Dahsyat! Relawan Di Jateng Berebut Tawarkan Rumahnya Jadi Posko Prabowo - Sandi Dahsyat! Relawan Di Jateng Berebut Tawarkan Rumahnya Jadi Posko Prabowo - Sandi Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 17, 2018 Rating: 5

Demi Keamanan dan Kenyaman, Satlantas Polresta Sidoarjo Gencar Lakukan Razia Balap Liar

December 17, 2018

Sidoarjo,(BMNNews.com) - Demi terwujudnya Keamanan dan kenyamanan masyarakat Sidoarjo, Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian S.Siregar. S.I.K  memimpin langsung kelapangan untuk membubarkan balap liar, Sabtu  (15/ 12/2018)

Razia tersebut dilakukan sekitar jalan raya jenggolo dan berlanjut ke Bypass Krian, pada tengah malam.

Dalam razia, petugas mengamankan dan melakukan pembinaan pada beberapa orang pelaku balap liar.

"Kami Serius ciptakan Sidoarjo kota aman dan nyaman untuk di tempati, ini semua kami lakukan demi masyarakat sidoarjo, dalam ke giatan ini kami satlantas menggandeng beberapa komunitas dan ormas yg berada di Sidoarjo," ujar fahrian.

Razia malam ini petugas menemukan ban cacing, pengendara tanpa membawa helm, tanpa kelengkapan surat, dan pengendara di bawah umur.(Lik)
Demi Keamanan dan Kenyaman, Satlantas Polresta Sidoarjo Gencar Lakukan Razia Balap Liar Demi Keamanan dan Kenyaman, Satlantas Polresta Sidoarjo Gencar Lakukan Razia Balap Liar Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 17, 2018 Rating: 5

Mantan Deputi Rehab BNN : Ganja Harus Diteliti

December 16, 2018

BMNNews.com – Indonesia merupakan salah satu negara penghasil ganja terbesar di dunia. Fakta ini tertuang dalam laporan tahunan PBB, mengenai obat-obatan terlarang yang menyebutkan bahwa bahwa Indonesia memiliki sekitar 422 hektar ganja. Angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba pun tergolong tinggi. Meski ditahun 2017 prevalensi penyalahgunaan narkoba cenderung menurun, namun angka tersebut masih tergolong besar, yakni 1,77 % atau sekitar 3,3 juta rakyat Indonesia, terperangkap dalam lingkaran hitam narkoba.

Tak sampai disini, total kematian akibat penyalahgunaan narkoba turut memberi gambaran betapa Indonesia berada pada kondisi darurat Narkoba. Pusat Penelitian dan Kesehatan UI mencatat sebanyak 33 orang mati setiap harinya karena penyalahgunaan narkoba. Hal ini seolah menjadi gambaran terbalik dari apa yang tengah diperjuangkan bangsa Indonesia dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, BNN telah berhasil memusnahkan lebih dari 62 Ha ladang ganja di 4 lokasi. 33,36 ha di Aceh Besar, 8 Ha di Loksumawe, 11 Ha di Aceh Utara dan 10 Ha di Bireun. Jika dibandingkan dengan data yang berhasil dirangkum PBB, hal tersebut tak sebanding. Berbagai telah dilakukan BNN, termasuk upaya pendekatan secara persuasive. Namun hal tersebut masih belum dapat menggeser paradigma beberapa petani ganja untuk tidak lagi menanam ganja.

Terinspirasi dari program alih fungsi lahan opium yang dilakukan negara Thailand , BNN mencoba memberi alternative development bagi petani yang berada di wilayah rawan penanaman ganja illegal, salah satunya Kabupaten Gayo Lues.

Dengan membentuk Grand Design Alternative Development (GDAD), BNN mencoba untuk mengedukasi aturan terkait larangan penanaman ganja sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kepala BNN, Heru Winarko, mengakui program ini tidak sekali dilakukan di Indonesia. “Program ini sudah ada sebelumnya, tapi pelaksanaannya masih belum maksimal”, ujar heru saat membuka Rapat Koordinasi Sinergi GDAD di Hotel Bidakara, Selasa (4/12).

Heru meminta kepada seluruh pihak untuk bersinergi agar program ini berjalan dengan optimal.  
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal, Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Doni Monardo. Dalam paparannya, Doni menyampaikan beberapa jenis komoditi eksport mengalami peningkatan permintaan di dunia, diantaranya essential oil, buah-buahan, kopi dan kakao.

“Angka permintaan bahan pembuat essential oil sedang mengalami peningkatan. Salah satu yang sering dugunakan adalah sereh wangi. Supply dunia terhadap sereh wangi terbatas, sehingga harganya tinggi”, ujar Doni.

Wantannas mengusulkan agar keempat komoditi tersebut dijadikan alternative bagi program GDAD. Menurutnya setiap hektar lahan sereh wangi, mampu menghasilkan 30 juta rupiah  perbulan dengan estimasi waktu tanam pertama hingga panen selama 6 bulan dan panen berikutnya 3 bulan.

Doni Monardo menyampaikan bahwa semua komuditi tersebut tumbuh subur di Indonesia. Sayangnya, Indonesia mengeksprot bahan-bahan tersebut dalam bentuk mentah.

“Semua bahan bahan tersebut Indonesia punya. Jika kita bisa olah sendiri, daya jualnya akan lebih tinggi” ujar dodi.

Sementara itu, Direktur Narkotika Deputi Pemberantasan BNN, Victor Lasut, memberi gambaran lain terkait perdagangan ganja. Dipasar narkotika ganja kering dapat mencapai angka Rp. 500.000/kg dan menjadi Rp.  3.000.000/kg setelah tiba di Jakarta.

“Disini tantangannya. Harga jual ganja di pasar narkoba sangat tinggi”, kata Victor. 
Ditengah diskusi, hadir mantan Deputi Rehabilitasi BNN, Dr. Kusma Suryakusumah. Dr. Kusman mendorong agar dilakukan penelitian khusus terhadap tanaman ganja.

Menurutnya, Salah satu cara memecahkan permasalahan ganja adalah penelitian. 
Penelitian terhadap tanaman ganja sudah diatur dalam Undang-undang “Jika untuk penelitian boleh dilakukan, asal bukan pengobatan. Jika hasilnya disa digunakan untuk obat, ganja bisa di turunkan menjadi Narkotika Golongan 2” kata Dr.Kusman.

“Saya bersama tim pernah melakukan penelitian, tapi gagal. Karena ada pihak yang menolak dan menurut saya, ganja harus diteliti!”, tegasnya.

Apapun masukan yang diberikan para peserta rakor nantinya akan sangat berpengaruh terhadap regulasi yang akan diterapkan masing-masing kementerian terkait dalam menjalankan program GDAD. Melalui Rapat Koordinasi Ini, banyak pihak yang berharap munculnya regulasi yang nantinya mengarah kepada perbaikan sistem penegakan hukum penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia


Humas BNN
Mantan Deputi Rehab BNN : Ganja Harus Diteliti Mantan Deputi Rehab BNN : Ganja Harus Diteliti Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 16, 2018 Rating: 5

Waspada! Desa Sejahtera Bisa Jadi Target Sindikat Narkoba

December 16, 2018
 

Jakarta,(BMNNews.com) – Kondisi desa yang sejahtera bisa berdampak positif untuk warganya, namun  pada sisi yang lainnya potensial memicu ancaman lain, yaitu peredaran narkoba. Dengan pendapatan tinggi dan daya beli yang meningkat di desa yang sejahtera, sindikat  bisa jadi mencari celah untuk memasarkan narkobanya.

Hal ini disampaikan Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H. dalam kegiatan Forum Diskusi Trending Topic bertajuk “Antisipasi dan Solusi Permasalahan Penyalahgunaan Narkoba di Desa dalam Rangka Menuju Desa Bersih Narkoba”, di Jakarta, Kamis (6/12).

Aspek lainnnya yang juga perlu menjadi antisipasi bersama adalah kesenjangan yang muncul akibat pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat desa. Kepala BNN menyebutkan, jika ada 20% dari populasi desa mengalami peningkatan ekonomi, tapi sisanya masih stagnan, maka kondisi itu menjadi kesenjangan yang juga bisa menjadi celah masuk para bandar narkoba.

Oleh karena itulah, Kepala BNN menegaskan pentingnya ketahanan desa untuk menolak penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Namun selain itu tiga pilar di pedesaan yaitu Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa , diharapkan mampu melakukan langkah-langkah yang nyata dalam mencegah dan memberantas narkoba.

Banyaknya desa di negeri ini merupakan tantangan yang cukup besar. Dari data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Transmigrasi (PDTT), ada 74.957 desa tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian, 370 diantaranya adalah desa di pesisir pulau terluar yang bisa menjadi pintu masuk narkoba. Karena itulah, BNN bersinergi dengan Kementerian Desa, PDTT untuk memaksimalkan program P4GN.

Menanggapi kerja sama ke depan bersama BNN, Inspektur Jenderal Kemendes PDTT, Dr. Ir.Ansar Husein, M.Si mengatakan pihaknya di tahun depan telah menyusun serangkaian strategi guna menuju desa Bersinar (bersih dari narkoba), antara lain ; kegiatan fasilitasi dan sosialisasi bahaya narkoba secara massif, pemasangan banner dan pembagian bahan informasi tentang bahaya narkoba di tempat umum atau tempat-tempat strategis, dan yang tak kalah penting adalah menggenjot sector produk unggulan desa. Dengan produk-produk unggulan desa, maka diharapkan dapat menarik pasar masuk desa sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan desa itu sendiri.


Ansar juga menyebutkan pihaknya memiliki 39 ribuan kader professional yang bertugas melakukan pendampingan di pedesaan. Mereka akan dibekali pemahaman bahaya narkoba sehingga menularkan pesan-pesan bahaya narkoba pada masyarakat desa.
Waspada! Desa Sejahtera Bisa Jadi Target Sindikat Narkoba Waspada! Desa Sejahtera Bisa Jadi Target Sindikat Narkoba Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 16, 2018 Rating: 5

BNN Gagalkan Peredaran Ganja Cair Asal Jerman

December 16, 2018

BMNNews.com – BNN mendapatkan informasi dari Bea dan Cukai Kantor Pos Pasar Baru bahwa ada paket pengiriman dari Jerman yang berisi cairan yang diduga mengandung narkotika jenis Cannabis Sativa.


Pada 21 November 2018, petugas BNN, Bea Cukai, dan petugas Kantor Pos Pasar Baru melakukan controlled delivery terhadap paket tersebut. Setelah paket tersebut diterima oleh si pemesan, petugas BNN mengamankan seorang perempuan berinisial A dan seorang laki-laki bernama AW.
Dari hasil penangkapan tersebut, petugas menyita 4 dus  berisi total 22 botol yang didalamnya berisi cairan diduga mengandung Cannabis Sativa. Setelah dilakukan uji laboratorium, cairan tersebut mengandung Cannabidiol dan Dronabinol.


Kedua unsur tersebut belum terlampir dalam UU nomor 35 Tahun 2009 maupun peraturan menteri kesehatan. Sehingga kasus tersebut belum bisa diproses oleh penyidik dan mewajibkan kepada 2 orang  tersebut melakukan wajib lapor.
BNN Gagalkan Peredaran Ganja Cair Asal Jerman BNN Gagalkan Peredaran Ganja Cair Asal Jerman Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 16, 2018 Rating: 5

Innalillah! Tanpa Tanda, KH Buchori Amin Wafat Saat Ceramah Maulid di PP Al-Ishlahiyah

December 15, 2018

Malang,(BMNNews.com) – Innalillahi wainnailaihi rajiun! Nahdliyin kehilangan sosok tegar, pemberani, singa podium dari Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Adalah KH Buchori Amin, Wakil Rais Syuriah PCNU Malang, wafat saat ceramah agama dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah, Singosari, Kabupaten Malang, pada pukul 14.30 WIB, Sabtu (15/12/2018).
Kabar berikut videonya terus menyebar di grup WA. Tampak Kiai Buchori Amin saat dalam keadaan ceramah agama, di saat duduk di atas kursi diatas pentas di Ponpes Al-Ishlahiyah, Singosari. Acara tersebut dihadiri ribuan jamaah dan santri di Ponpes. Acara Maulid Nabi Muhammad SAW bertema “Nabi Muhammad Teladan Sejati”.
Acara ini dalam rangka Wisuda Madrasah Diniyah Al Ishlahiyah Singosari, Kabupaten Malang. Kata terakhir yang beliau sampaikan dalam ceramahnya hingga menghembuskan nafar terakhirnya adalah “Nuli bejo… Nuli Bejo.. Wong sing gak tau kepetuk aku…” (Sungguh beruntungnya, orang yang tidak pernah bertemu saya),” kata terakhir Kiai Buchori.
Di atas kursi, di atas pentas, mendiang diduga hanya pingsan dan langsung dilarikan ke Muslimat Medical Center Singosari. Namun, sudah tidak bisa diselamatkan. Kiai Buchori berpulang ke rahmatullah. Saat dilarikan ke Muslimat Medical Center Singosari, KH Tholhah Hasan, ikut mendampinginya.
Menurut Fathul Wahab, Ketua Panitia Maulid Nabi di Ponpes Al Ishlahiyah, belum 30 menit ceramah, Kiai Buchori sudah pingsan diatas kursi di panggung. “Beliau Mauidhah belum ada 30 menit, kemudian mik yang dipegangnya terjatuh. Kemudian dibawa ke Klinik Rawat Inap Muslimat Singosari,” katanya
Keterangan foto timesindonesia.co.id
Almarhum, katanya Fathul Wahab, dinyatakan wafat ketika masih di acara. “Saat itu kebetulan ada wali santri yang perawat, sudah mengecek kondisi Kiai Buchori dan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.
“Kami sangat berduka sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Buchori Amin. Beliau Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang. Kami sangat kehilangan sosok Kiai Buchori Amin yang pemberani, istiqamah dalam bernahdlatul ulama,” kata Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).
KH Buchori Amin kata Husnul, wafat ketika sedang ceramah acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di Ponpes Al Islahiyah Singosari. “Di zamannya dulu, ketika orde baru beliau dikenal sebagai singa podium di kalangan warga NU dan masyarakat di Malang,” jelas Husnul.
Semoga seluruh amal baik beliau diterima disisi-Nya, kekhilafannya diampuni Allah swt. dan seluruh keluarga diberikan ketabahan. Amin.  


(sumber: timesindonesia.co.id)
Innalillah! Tanpa Tanda, KH Buchori Amin Wafat Saat Ceramah Maulid di PP Al-Ishlahiyah Innalillah! Tanpa Tanda, KH Buchori Amin Wafat Saat Ceramah Maulid di PP Al-Ishlahiyah Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 15, 2018 Rating: 5

Taruhan Leher Demi Politik

December 15, 2018

BMNNews.com - Setelah menyeberang, memilih mendukung duet Jokowi- Ma'ruf Amin, mantan politikus Partai Gerindra, La Nyalla Mat­talitti secara mengejutkan sesumbar mengumbar janji. Dia bilang, jika Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di wilayah Madura, Jawa Timur (Jatim), dia siap potong leher.

Sekadar mengingatkan pada Pilpres 2014 silam, La Nyalla merupakan pendukung garis keras Prabowo di Jawa Timur. Di Pilpres 2014, kala itu duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di em­pat kabupaten di Madura menang telak atas Jokowi-Jusuf Kalla. Di Sumenep Prabowo-Hatta unggul 57,57 persen. Di Pamekasan pasangan unggul 73,69 persen. Di Sampang juga menang 74,47 persen. Bahkan, di Bangkalan Prabowo-Hatta menang telak den­gan mengantongi 81,20 persen suara. 

Kembali pada pernyataan La Nyalla Mattalitti terkait janjinya potong leher, sebenarnya apa motivasi dia mengumbar janji ekstrem itu? Apa dia masih memiliki kekuatan di Jatim untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin agar terhindar dari ke­wajiban potong leher? Lalu bagaimana tanggapan dari pihak Prabowo-Sandi? Berikut penjelasan dari La Nyala Mattaliti dan Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Badan Pemenangan Na­sional (BPN) Prabowo-Sandi, selengkapnya : 

La Nyalla Mattalitti: Hanya Untuk Bakar Semangat Tim Saya 

Beberapa hari terakhir pemberi­taan di media didominasi oleh ses­umbar Anda yang mengatakan siap potong leher jika Prabowo menang di Madura. Apa maksud Anda men­gumbar janji seperti itu?

Itu bagian dari membakar se­mangat tim saya untuk terus bek­erja dan bergerak memenangkan Pak Jokowi dan Kiai Maruf. Saya keliling Madura sudah berkali-kali. Di sana masalahnya adalah persepsi bahwa Pak Jokowi itu PKI sangat kuat dan masif. Itu yang akan kita luruskan bersama-sama. Tim saya sudah tobat semua karena memahami bahwa ternyata mendukung Prabowo selama ini adalah kesalahan besar. Sekarang semua beralih ke Pak Jokowi. 

Berarti sesumbar Anda ini hanya ucapan politis saja yang mungkin bisa saja tak akan dipenuhi?

Yang namanya tahun politik, mau pilpres, ya pasti semua bermakna politis. Tangan kita kasih tanda jem­pol saja dimaknai politis. Ungkapan saya tentu bermakna politis, bahwa peluang Pak Jokowi ini sangat besar di Madura sepanjang hoaks dan fitnah bisa diluruskan. Karena apa? Karena secara obyektif Pak Jokowi kinerjanya bagus. Secara agama, Insya Allah Pak Jokowi lebih islami. Apalagi ada Kiai Maruf yang punya basis kuat di Madura dengan popu­lasi jamaah Nadhliyin yang besar. 

Menilik dari sesumbar Anda, sepertinya Anda yakin sekali Jokowi-Ma'ruf Amin akan me­nang di Madura?

Orang Madura menempatkan soal iman Islam sebagai pertimbangan pertama dalam memilih pemimpin. Sekarang obyektif saja, siapa yang lebih paham agama, Pak Jokowi atau Pak Prabowo? Kiai Maruf atau Sandiaga? Itu kita gas pol ke jaringan di Madura. Karena bagi saya, calon pemimpin memainkan isu SARA, apalagi agama, berbahaya, karena bisa menipu nalar dan logika. 

Sebenarnya saat ini tingkat elektabilitas Jokowi-Maruf di Madura seperti apa sih?

Pak Jokowi dan Kiai Maruf di Jatim secara umum menang. Angkanya Insya Allah berkisar 70 persen. Khusus Madura, terus terang masih keting­galan, tapi angkanya jauh menipis diband­ing posisi Pilpres 2014 yang selisih­nya sangat jauh. Tentu dengan posisi itu kita yakin bisa membalikkan suara di Madura. 

Menurut Dahnil, jubir Prabowo- Sandi. Mereka juga yakin akan menang di Jatim dengan klaim dekat dengan pesantren-pesantren. Apa tanggapan Anda soal ini?

Ya orang main klaim silakan saja. Pak Jokowi itu menetapkan Hari Santri Nasional untuk menghargai peran santri dalam lintasan sejarah bangsa. Justru rencana penetapan Hari Santri itu dulu disinisi orang-orang tim Prabowo saat Pilpres 2014. 

Masih ingat kan? Pak Jokowi tiap minggu silaturahmi ke pesantren dan kiai, itu bukan hanya pas mau pilpres. Sudah sejak awal Pak Jokowi begitu, karena dia memang dekat dengan pesantren. Tidak seperti Pak Prabowo atau Sandiaga yang ke pe­santren saat mau pilpres. Ya silakan dinilai sendirilah. 

Anda kan saat ini sudah ber­gabung dengan tim Jokowi-Ma'ruf Amin dengan sesumbar seperti itu bukannya nanti malah berlebihan yang nantinya justru menjadi boo­merang bagi Jokowi- Ma'ruf?

Ukuran berlebihan atau tidak bergantung dari kerja-kerja politik di lapangan. Saya orangnya blak-blakan, tidak biasa berdiplomatis ria. Kita lihat nanti siapa yang menang pada Pilpres 2019. Allah sayang Indonesia, pasti memberi pemimpin yang terbaik. 

Apakah Anda yakin 'La Nyalla effect' akan memangkan Jokowi- Ma'ruf di Jatim?

Semua punya pengaruh. La Nyalla seorang diri tidak bisa. Partai sendi­rian enggak bisa. Relawan-relawan sendirian pasti juga kesusahan. Pak Jokowi selalu bilang ayo gotong royong. Nah itulah para pendukung Pak Jokowi. Saya hanya kerja saja, saya punya jaringan, punya basis massa, ayo gerak bareng-bareng. 

Menurut Anda tudingan yang tersebar saat ini yang mengatakan Jokowi sebagai pendukung PKI itu fakta atau hoaks?

Pak Jokowi bukan PKI. Kalau Pak Jokowi komunis, mengapa belajar ngaji? Tanya saja langsung ke guru ngaji beliau, ustaz Mudhakir. 

Dahnil Anzar Simanjuntak: Cari Perhatian Jokowi Lewat Janji Anarkistis
 
Politikus pendukung Jokowi- Ma'ruf Amin, La Nyalla Mattalitti sesumbar potong leher. Apa tang­gapan Anda?

Mungkin politisi pihak Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin sedang berusaha keras untuk mendapat perhatian Pak Jokowi, sehingga mengeluarkan janji-janji "anarkistis" seperti itu. Ditambah lagi mungkin janji bagi mereka ya hal yang tidak wajib dipenuhi sehingga sesumbar mengu­capkan seenaknya, karena memang kan banyak janji-janji politik empat tahun yang lalu dianggap angin lalu bahkan merasa tidak berdosa ketika janji-janji itu mereka khianati sendiri. Jadi karena terbiasa mengingkari janji ya janji-janji yang anarkis dan dengan nalar mutilasi. 

Bagaimana BPN Prabowo-Sandi menangkal isu yang dimainkan oleh politikus-politikus seperti itu?

Kalau soal itu, menurut saya nggak perlu ditangkal, saat ini, publik kita sudah teramat pandai untuk menilai laku lisan anarkistis seperti itu. 

Tetapi La Nyalla yakin sekali Jokowi menang di Jawa Timur khususnya Madura makanya dia berani sesumbar potong leher. Apa tanggapan Anda?


Ha..ha..Janganlah kasihan Pak La Nyala. Kasianlah, nanti kalau eng­gak ada kepala kan kasian Pak La Nyalla-nya. Beliau mungkin terlalu bersemangat untuk mengkampanye­kan Pak Jokowi. Insya Allah, kami memiliki keyakinan mampu menang di Jawa Timur. 

Apa alasan Anda hingga Anda yakin Prabowo yang menang di Jawa Timur?


Kita yakini di Jawa Timur, karena dukungan-dukungan basis pesant­ren yang sangat kuat kepada Pak Prabowo. 

Tetapi diketahui juga bahwa se­bagian pesantren di Jatim berada di bawah naungan NU. Sementara Kiai Maruf adalah Rais Am PBNU. Apa itu tidak mengkhawatirkan timses?

Kita tidak khawatir, para kiai NU dan Pesantren NU yang dikunjungi dan berdialog dengan Pak Prabowo sebagian besar sangat otonom dalam memilih, dengan tetap menghor­mati Kiai Ma'ruf Amin tentunya. Jadi Pak Prabowo terus menjalin komunikasi dengan para kiai dan para pemuka agama di Jawa Tengah maupun Jawa Timur, Jawa Barat dan lain-lain. Untuk memastikan basis-basis dukungan semakin meluas. Terus kita juga diminta oleh Bang Sandi sudah memerintahkan BPN untuk mengakomodir lebih banyak para relawan-relawan. Para relawan yang akan dikonsolidasikan tersebut berasal dari berbagai kelompok masyarakat, mulai dari kelompok santri, kalangan pesantren, Alumni 212, warga Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan generasi muda di Jawa Tengah. 

Selain itu, La Nyalla juga men­geluarkan tantangan menjadi imam salat kepada Prabowo. Apa tantangan ini akan ditanggapi oleh tim Prabowo-Sandi?


Alhamdullilah Pak La Nyalla peduli dengan Salat Pak Prabowo, Insya Allah salat beliau akan lebih baik, ada atau tidak ada pilpres. Semoga kualitas salat kita semakin khusuk dan baik, tidak sekedar dijadikan komoditas politik. 

Dari pengama­tan Anda selama menjadi juru bi­cara, bagaimana shalat Prabowo, apakah beliau menjadi imam shalat?

Pak Prabowo tidak pernah mau menjadi imam shalat bila lebih ban­yak yang pan­tas menjadi imam, karena menjadi imam shalat tentu ada syaratnya minimal bacaan­nya lebih fasih dibandingkan yang lain, jadi menjadi imam shalat bukan alat politik untuk membohongi padahal sejatinya tidak pantas jadi imam shalat, Pak Prabowo tidak mau meniru laku seperti itu dan Pak Prabowo tidak mau memaksakan diri menjadi imam shalat sementara ba­caan jamaah yang lain jauh lebih baik. Jadi, biarlah yang menjadi imam shalat mereka yang layak menjadi Imam shalat tanpa perlu dipolitisasi. 

Lalu Anda melihat seperti apa sikap politik dari La Nyalla yang mengakui pernah menjadi dalang dari fitnah Jokowi seorang PKI?

Harusnya La Nyala ditindak secara hukum karena dia sudah mengakui me­nyebarkan tuduhan PKI terhadap Pak Joko Widodo dulu. Jangan sampai hu­kum secara terang sangat tajam kepada kubu oposisi. Jadi jangan bikin janji-janji anarkis begitu enggak baik buat Pak La Nyalla. Pertanggung jawabkan itu saja secara hukum pengakuan be­liau penyebar fitnah PKI. *** 






sumber: Rmol.co
Taruhan Leher Demi Politik Taruhan Leher Demi Politik Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 15, 2018 Rating: 5

Jakarta Pasca 212

December 15, 2018

BMNNews.com - PERHATIAN dunia kembali  tertuju ke Jakarta, ibukota Negara Muslim terbesar di dunia paska perhimpunan super aman damai reuni 212 pada 2 Desember 2018 lalu. Sebelumnya ketika berlangsung Konfrensi Asia Afrika tahun 1955 pemikir Muslim dari Algeria, Malek Ben Nabi pernah berkata: “Paska perang dunia ke dua, (peradaban) Islam bukan lagi akan berpusat di Mekkah, Cairo ataupun Baghdad, namun akan berpindah ke Jakarta".

Pernyataan ini diulang kembali pada tahun 1992 oleh peneliti tersohor Amerika, Alvin Toffler di depan Konfrensi Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM) yang menyatakan dengan tegas “pusat (peradaban) Islam akan berpindah dari tradisi lokalnya (Timur Tengah) menuju kawasan ini (Indonesia-Malaysia).”

Demikian pula halnya cendekiawan Indo-Pakistan di Amerika, Fazlurrahman jauh sebelumnya (tahun1970-an) bersama cendekiawan muslim terkemuka Alam Melayu, SMN. Al-Attas menyebutkan kawasan ini (Asia Tenggara) akan menjadi bintang baru peradaban Islam atau “al-Mustaqbal li hadza al-Dien” sebagaimana disebutkan Fundamentalis terkemu Mesir, Sayyid Qutb. (lihat: Almascaty HB, Ummah Melayu Kuasa Baru Dunia Abad 21, Kuala Lumpur: Berita Publ., 1994)

Kini sejarah mulai membuktikan harapan para visioner di atas mulai menjadi kenyataan. Terutama setelah munculnya kehancuran dahsyat paska “Arab Spring” yang mengobarkan dunia Muslim Timur Tengah. Pusat peradaban Islam awal yang pernah menjadi mercu suar dunia itu tercabik-cabik porak poranda.

Pertikaian dan provokasi telah mengantarkannya menuju perang saudara, dan mengakibatkan kehancuran Iraq, Libia, Suriah, Afghanistan, Yaman serta mengancam resesi dahsyat Turki, Saudi Arabia maupun negara Teluk lainnya. Teror, perang, kelaparan, keterbelakangan, kediktaroran adalah gambaran dunia Timur Tengah masa kini yang disuguhkan para pembenci Islam untuk memadamkan cahaya Islam. Akhirnya umat Muslimin yang berjumlah lebih satu milyar seperti kehilangan harapan di tengah isu kebangkitan Islam abad 14 Hijriah yang terus dikobarkan para pendakwah.

Harapan Malek Ben Nabi 63 tahun lalu, yang juga merupakan cita-cita agung umat Islam sedunia akan kebangkitan Islam itu mulai berkecambah kembali pasca Reuni Akbar ke 2 gerakan 212 yang berlangsung pada tanggal 2 Desember 2018 lalu. Diperkirakan dikuti lebih 10 juta jama’ah. Monumen Nasional (Monas) yang menjadi simbol spiritual Jakarta, menjadi saksi kehadiran para hamba Allah seperti di Padang Arafah. Lautan zikir dan doa penuh pengharapan di bawah bendera Tauhid “Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah”.

Peristiwa bersejarah ini akan menjadi petanda awal kebangkitan Jakarta sebagai pusat peradaban Islam masa depan. Momentum ini juga disempurnakan oleh hadirnya salah seorang Alumni 212-2016 yang kini telah menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, salah diantara cendekiawan Muslim terkemuka Indonesia.

Tausyiah utama Imam Besar al-Habib M. Rizieq Syihab dari Mekkah al-Mukarramah yang menggelora menambah spirit peserta Reuni Akbar 212 yang akan senantiasa menjadi suluh pelita abadi bangsa Indonesia. Paska reuni 212-2018 lalu telah memproklamirkan Jakarta sebagai pusat Islam masa depan.

Direktur Sabang Maureuke Institute, Dr. Syahganda Nainggolan di Hotel Gren Alia Cikini pada 14 Desember lalu dalam sebuah seminar tentang Jakarta menceritakan hasil diskusinya dengan Sang Gubernur Jakarta. Menurut Dr. Syahganda, pada dasarnya Anies Baswedan tetap komit dengan janji yang telah diikrarkannya dalam kampanye untuk membangun Jakarta yang lebih bernuansa spiritualis sebagai antitesa model pembangunan Ahok yang condong materilis bahkan amoral.

“Anies bahkan bercita-cita akan membangun pusat spiritual untuk tempat zikir dan berdoa di lahan pulau reklamasi yang akan dibangun para Taipan Cina setelah dia membatalkan perizinannya” ungkap Syahganda bersemangat.

Demikian pula menurut pengamatan Dr. Shechan Shahab mantan Bankir terkemuka yang lahir, dibesarkan dan berbakti sepanjang lebih 50-an tahun di Jakarta. Ia menilai di bawah kepemimpinan Anies Baswedan Jakarta mulai memberikan harapan sebagai pusat spiritual Dunia Islam masa depan.

Banyak harapan umat, khususnya alumni 212 kepada Anies Baswedan yang mereka perjuangkan dengan semangat menggelora. Para jama’ah muslimin yang tidak sudi dipimpin “si penista agama” Ahok. Mereja berkeringat, darah, harta bahkan nyawa serta kebebasannya sejak 411-2016, 212-2016, 313-2017 ataupun gerakan Tamasya al-Maidah bergerak menjelang pilkada.

Perjuangan para alumni 212 yang membara, walau dikecam banyak pihak sebagai politik identitas tidak menyurutkan sedikitpun tekad mereka untuk memenangkan gubernur Muslim pilihan mereka.

Reuni Akbar 212-2018 pada hakikatnya mendorong semangat 212 membawa kebangkitan yang lebih besar lagi menjadikan kemenangan bagi pemimpin baru Indonesia, sekaligus menjadi genta pengingat kepada kepemimpinan Anies Baswedan sebagai penerima amanah kepemimpinan umat. “Anies Baswedan tidak boleh terperangkap menjadi komparador para cukong” kata Sri Bintang Pamungkas.
 
Masa Depan 212

Sampai saat ini masih banyak para ahli yang kesulitan mengidentifikasi dengan tepat tentang masa depan gerakan 212, gerakan demonstrasi super damai terbesar sepanjang sejarah kaum muslimin kontemporer di Indonesia. Walaupun telah dilaksanakan dengan aman, damai, tertib dan mendapat pujian dari banyak pihak, namun masih ada yang memandang gerakan 212 sebagai bentuk politik praktis yang menyimpang dari sikap damai dan toleransi.

Bahkan ada yang menuduh gerakan sosial 212 ini sebagai bentuk politik identitas yang membahayakan persatuan NKRI, sebagaimana dinyatakan Abdil Mughis Mudhoffir, Luqman-nul Hakim, serta Diatyka Widya Permata Yasih dalam esai berjudul “Identity Politics: Mobilising Religious Sentiment in Democratic Indonesia” (2018).

Penelitian ini menggambarkan bahwa pemilihan umum gubernur Jakarta pada 2017 sebagai bentuk nyata praktik politik identitas dalam arena politik di Indonesia kontemporer. Menyimpulkan bahwa gerakan 212 yang akhirnya mampu menentukan hasil pemilu,  menunjukkan bahwa elit politik lihai memainkan politik identitas dengan melihat kondisi ekonomi dan perubahan kelas menengah dalam memandang Islam.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra, juga menyatakan bahwa 212 merupakan gerakan yang terinsipirasi oleh kelihaian Donald Trump dalam memainkan politik identitas.

“Beberapa orang dari gerakan 212 mengatakan jika Donald Trump dapat memenangkan politik di AS karena politik identitas, mengapa kami tidak bisa?” kata Azyumardi dalam diskusi publik bertajuk “Islam, Democracy, and Indonesian Identity” di Erasmus Huis, Jakarta.

Azyumardi juga menyebutkan bahwa sebagian masyarakat Indonesia saat ini tengah memandang negara-negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, sebagai model penerapan Islam dengan sempurna karena banyak orang Indonesia mengalami apa yang disebutnya sebagai inferiority complex.

Demikian pula pendapat Ketua Setara Institute, Hendardi bahwa “reuni 212 ini sudah mulai ditinggalkan”. Masyarakat saat ini mulai sadar untuk menjauhi praktik politisasi identitas agama demi tujuan politik semata sebutnya keterangan tertulis, Jumat (30/11/2018). "Jadi, meskipun gerakan ini tidak memiliki tujuan yang begitu jelas dalam konteks mewujudkan cita-cita nasional, gerakan ini akan terus dikapitalisasi," sambungnya.

"Dua tahun hampir berlalu, gerakan ini mulai kehilangan dukungan sejalan dengan meningkatnya kesadaran warga untuk menjauhi praktik politisasi identitas agama untuk merengkuh dukungan politik atau menundukkan lawan-lawan politik. Warga juga telah semakin sadar dan pandai melihat bahwa gerakan semacam ini membahayakan kohesi sosial bangsa yang majemuk," tutur Hendardi.

"Jadi, kecuali untuk kepentingan elite 212, maka gerakan ini sebenarnya tidak ada relevansinya menjawab tantangan kebangsaan dan kenegaraan kita," sambung Hendardi. (https://news.detik.com/berita/d-4324743/setara-institute-gerakan-212-sudah-kehilangan-dukungan)

Hakikatnya, gerakan baru penyadaran ummat yang salah satunya dimotori Habib Rizieq bernama GNPF-MUI baru lahir kurang lebih tiga bulan sebelum aksi 212, tetapi gerakan massa ini telah mampu melakukan gerakan luar biasa yang sebelumnya jauh dari prediksi.

Aksi sebelumnya, aksi 411 ataupun aksi 212 telah berhasil mengakomodir dan mengumpulkan massa aksi yang sangat besar, bahkan aksi damai 212 dikenal sebagai aksi tebesar dalam sejarah pergerakan di Indonesia, juga dalam sejarah umat manusia kabarnya.

Demikian pula uniknya. Secara idiologi, GNPF-MUI adalah gabungan berbagai mazhab pemikiran Islam yang subur berkembang di Indonesia, baik modernisme-nasionalisme, fundamentalisme, konservatisme dan lain-lain.

Gerakan gabungan ini dikatakan oleh Prof. Laode M Kamaluddin sebagai sebuah “gerakan wajah baru Islam” di tanah Air. Walaupun kedua ormas terbesar Nahdatul Ulama  dan Muhammadiyah tidak bergabung dalam GNPF-MUI, tetapi para anggotanya yang ikut berpatisipasi.

“Anak-anak muda organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah yang akan melanjutkan tongkak kepemimpinan di masa yang akan datang juga telibat dalam gerakan ini karena ada kejenuhan tehadap rumah mereka” kata Prof. Laode.

Kalangan intelektual muda ada yang menyebutnya sebagai sebuah model baru Social Movement sebagaimana ditulis Ubedilah Badrun dalam Gerakan 212 Model Baru Social Movement. (http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/16/12/05/ohoua1336-gerakan-212-model-baru-social-movement)

Menanggapi gempitanya ABI 212-2016 lalu, salah seorang cendekiawan tradisional NU terkemuka AS. Hikam memberikan komentar dengan memposting dalam akun fbnya berjudul: Pasca Aksi 212: Habib Rizieq Sebagai Pemimpin Islam Politik Indonesia? Pasca-212, suka atau tidak suka, HRS adalah pemimpin yang tak dapat diragukan lagi (undisputed leader) dari kekuatan Islam politik Indonesia, dan PJ adalah salah satu pihak yg ikut mengukuhkan posisi tsb!

Akhirnya banyak pengamat yang menyimpulkan bahwa sebuah fenomena politik baru pasca-reformasi di Indonesia sedang bergulir. Yakni muncul dan berkembangnya kekuatan Islam politik dalam panggung demokrasi, bukan melalui pintu politik elektoral (electoral politics), tetapi melalui pintu politik massa (mass politics).

Apakah PJ menyadari sepenuhnya bahwa kini kepemimpinan HRS dan Islam politik kian mantap kehadiran dan pengaruhnya dalam panggung perpolitikan negeri ini? (https://www.eramuslim.com/berita/nasional/pasca-aksi-212-habib-rizieq-de-facto-pimpinan-gerakan-islam-di-indonesia.htm#.WR-Na1ElHIU)

Lebih jauh cendekiawan aktivis yang juga Direktur Sabang Merauke Circle, Dr. Syahganda Nainggolan, menegaskan pasca gerakan 212, telah lahir sebuah gerakan sosial yang dinamakannya sebagai Rizieqisme.

Gerakan ini merujuk kepada Habib Rizieq Sihab (HRS) yang ikut memuluskan koalisi oposisi dalam menentukan calon Presiden/Wapresnya untuk pilpres 2019, serta membuat kontrak politik keummatan. Termasuk pengaruh dalam menggerakkan massa grass root sebagai massa militan untuk mendukung perubahan sosial, menggerakkan ekonomi UMKM 212 dan juga terkait pilpres tanpa money politik.

Gelombang perubahan sosial yang ditandai dengan 212 dan agen perubahan HRS bersinggungan dengan ideologi bangsa, Pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa mengalami ujian besar sejak sila-silanya mengalami kegagalan dalam praxis. Pancasila sebagai ideologi terbuka, jika gagal melahirkan sebuah peradaban, maka mau tidak mau akan terbuka pada pemahaman Rizieqisme.

Dahulu, Soekarno dengan Marhaenisme nya menjadi dominan dalam mem "drive" Pancasila. Soeharto, pada masanya menggeser Pancasila dalam versi Kapitalistik. Ke depan, Rizieqisme mungkin akan menjadi harapan rakyat miskin untuk mengendalikan versi baru Pancasila yang memihak pada ummat dan orang2 jelata. (https://chirpstory.com/li/411587)

Selanjutnya kita perlu berfikir bagaimana agar gerakan 212 dijadikan sebagai momentum perubahan mendasar bangsa Indonesia dalam memujudkan cita-citanya sebagai bangsa yang besar, bermartabat serta maju dan makmur. Figur sentral 212 adalah Habib M. Rizieq Syihab yang bercita-cita sejak tahun 1998 (berdirinya FPI) sampai dengan gerakan 212 tahun 2018 adalah konsisten untuk membangun sebuah NKRI yang berdasarkan kepada syariat Islam. Sebagaimana disebutkannya berulang-ulang dalam beberapa ceramah dan tulisannya.

Sementara penerapan syariat Islam dalam bingkai NKRI sedang berlangsung dengan dukungan kuat masyarakat sebagaimana pelaksanaannya di Provinsi Aceh. Apalagi 39 persen masyarakat Indonesia menilai hukum Syariah harus diterapkan di seluruh Indonesia pada tingkat lokal. (Lihat survei nasional yang dilakukan oleh Indonesia Studies Programme di ISEAS "Yusof Ishak Institute (ISEAS) pada 2017).

Dalam bingkai kebangkitan peradaban Islam yang disebutkan Malek Ben Nabi sampai Alvin Toffler dan cita-cita penerapan syariat inilah kemudian ada yang mengidamkan duet Habib Rizieq-Anies Baswedan dapat membangun sinergi dalam sebuah Kota Jakarta Masa Depan yang menjadi spirit kebangkitan Islam. Renaisan ini sekaligus merujuk kepada sejarah kemenangan Maulana Fadhilah Khan al-Pase (Wong Ageng Pase) atau Fatahillah dalam merebut Batavia dari penjajah Portugis tahun 1527 M.

Langkah renaisan ini telah dimulai kecil-kecilan seperti mendengarkan suara azan di lingkungan Taman Impian Jaya Ancol, membenahi aparatur moralis sampai rencana akan membangun pusat spiritual zikir dan doa di pulau reklamasi. Tugas Habib Rizieq membangkitkan jiwa Jakarta dan Anies Baswedan membangun fisiknya dengan semangat 212 yang ramah, damai, aman, toleran di bawah keangunan spiritualitas syariat Islam.[***]






Penulis Aktivis Al-Irsyad, Eksekutif FM-MBI dan Alumni 212 
Jakarta Pasca 212 Jakarta Pasca 212 Reviewed by Editor Basis Media Nasional on December 15, 2018 Rating: 5
Powered by Blogger.